SURABAYA - Deretan rumah di Jalan Panggung, Jalan Karet, dan sekitarnya biasa disebut rumah panggung. Ini dikarenakan rumah tersebut memiliki dua lantai dan digunakan sebagai tempat usaha.
Dua lantai ini memiliki fungsi berbeda, bagian bawah atau lantai satu digunakan sebagai tempat usaha. Sementara lantai dua rumah merupakan tempat tinggal pemiliknya. Bangunan ini sudah ada sejak zaman dulu.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, rumah panggung ini merupakan cikal bakal konsep rumah toko (ruko) yang sekarang banyak dibangun. Satu bangunan memiliki dua fungsi, sebagai tempat berdagang dan juga tempat tinggal. Ini dipilih untuk efisiensi kala itu.
"Ini juga dipilih untuk mempercepat mobilisasi perdagangan kala itu. Bahkan, sampai sekarang masih banyak dijumpai di sana (sekitar Jalan Panggung)," ujarnya.
Rumah panggung ini memang menjadi salah satu pilihan kala itu. Kebanyakan penduduk di sana dulunya adalah pedagang dan warga bumiputera non Jawa dari Sumatera, Sulawesi atau Kalimantan.
Namun, ketika itu diistilahkan sebagai warga Melayu. "Melayu yang dimaksud ya warga bumiputera," ungkapnya.
Sampai saat ini, bangunan lawas dengan konsep rumah panggung tersebut masih dapat dijumpai, yakni di sekitar Jalan Panggung, Jalan Karet, kawasan Ampel dan sekitarnya. (gun/nur)
Editor : Jay Wijayanto