Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Waspada Virus Nipah, Vaksin Belum Ditemukan, Terapkan Prokes

Administrator • Rabu, 17 Februari 2021 | 07:03 WIB
Waspada Virus Nipah, Vaksin Belum Ditemukan, Terapkan Prokes
Waspada Virus Nipah, Vaksin Belum Ditemukan, Terapkan Prokes

SURABAYA - Virus Nipah (NiV) yang sempat menggegerkan pada tahun 1998 lalu kini mulai dikhawatirkan akan mewabah kembali. Pasalnya, tahapan penularan Virus NiV ini mirip dengan virus Corona (Covid-19). 


Selama 23 tahun terakhir, para ilmuan di dunia termasuk Indonesia masih belum menemukan vaksin virus NiV untuk manusia. Meskipun belum ditemukan vaksinnya, virus ini masih bisa ditangkal dengan kewaspadaan standar. 


Dosen Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Univeristas Airlangga (UNAIR), Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo mengatakan, pencegahan standar yang dimaksud yaitu alat pelindung diri (APD) seperti masker, cuci tangan, dan pembersih tubuh lainnya. 


Agung mengatakan, pencegahan virus NiV sendiri berbeda dengan pencegahan virus Covud-19. Akan tetapi cara penularannya hampir mirip, seperti menular melalui kontak langsung atau secara tidak langsung. 


“Untuk penularan secara aerosol, atau droplet hingga kini masih dikonfirmasi. Pencegahannya tetap waspada itu tadi pakai protokol kesehatan,” kata Agung saat dihubungi melalui telepon.


Hingga saat ini, lanjut Agung, virus yang ditularkan dari hewan kelelawar pemakan buah (Pteropus Vampyrus) itu belum ditemukan vaksinasi dan metode pengobatannya. Ia menjelaskan, obat virus NiV tersebut masih dalam penelitian lebih lanjut. 


“Akan tetapi, menurut laporan dari WHO sempat mengatakan virus ini bisa disembuhkan menggunakan Ribavirin. Tapi itu digunakan secara terbatas, untuk vaksin sendiri masih penelitian. Infeksi Nipah hingga detik ini belum ada pengobatan dan vaksin yang spesifik jika ada infeksi pada Nipah,” papar Agung.  


Menurut penelitian, asal muasal virus NiV dari hewan kelelawar pemakan buah. Ketika kelelawar yang terinfeksi memakan buah dan sisa buah itu terjatuh ke tanah kemudian dimakan babi. Secara otomatis babi tersebut akan tertular NiV. Ketika babi yang terinfeksi itu diolah menjadi makanan kemudian dimakan manusia, maka akan menular. 


Oleh karena itu, Agung menyarankan sebelum memakan buah-buahan sebaiknya dicuci terlebih dahulu menggunakan air mengalir. Bila perlu, Agung menambahkan, bisa menggunakan sabun deterjen setelah itu bilas lagi menggunakan air mengalir. 


Sementara itu untuk babi, sebaiknya Rumah Pemotongan Hewan (RPH) melakukan sortir terlebih dahulu sebelum melakukan penyembelihan. Biasanya babi yang terinfeksi NiV akan mengalami sesak napas, batuk, dan mati mendadak. 


“Jadi itu saja cara pencegahan dininya. Kalau buah-buahan kan sulit ya dideteksi ada virus Nipah atau tidaknya. Sebaiknya dicuci dulu saja. Kalau babi terlihat jelas jika ada tanda-tanda tersebut sebaiknya jangan diedarkan oleh RPH,” pungkasnya. (gin/nur)



Editor : Administrator
#fk unair