Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berburu Lailatul Qadar, Sesaki Masjid Agung Surabaya

Administrator • Kamis, 7 Juni 2018 | 21:44 WIB
Berburu Lailatul Qadar, Sesaki Masjid Agung Surabaya
Berburu Lailatul Qadar, Sesaki Masjid Agung Surabaya



SURABAYA – Di 10 hari terakhir Bulan Ramadan sebagian umat muslim di Surabaya menjalani iktikaf (berdiam diri di masjid) di Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS). Pada malam tersebut umat  muslim meyakini berlipat gandanya pahala. Malam ke-21 di bulan Ramadan merupakan bagian dari malam Lailatul Qadar.


Ratusan jamaah pun memadati kawasan ini mulai dari masjidnya hingga bazar di sekeliling masjid. Humas Masjid Al-Akbar Surabaya Helmi M Noor mengatakan saat malam 21 tampak lebih banyak dari tahun kemarin, meskipun masih di awal malam lailatul qadar. 


“Meskipun belum terjadi lonjakan jamaah, tapi kali ini sudah tampak ada peningkatan di malam ganjil yang pertama ini,” ujar Helmi, Kamis (6/6). 


Kebanyakan jmat muslim yang mengikuti Qiyamullail atau Sholat Malam karena mereka yakin pada malam-malam ganjil termasuk malam 21 adalah malam Lailatul Qadar.


Sehingga mereka tidak ingin melewatkan malam tersebut kecuali dengan beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Helmi mengungkapkan bahwa sholat malam akan ada lonjakan lebih ramai lagi pada tanggal 25 dan 27 mendatang. “Kami sudah sediakan tempat khusus ibadah bagi 10.000 jamaah, oleh karena itu belajar pada tahun lalu yang membeludak kami sediakan tempat yang lebih banyak tempat ibadahnya,” ujar Hilmi.


Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah di malam 27, Hilmi mempersiapkan ruang atas untuk menampung jamaah yang akan mengikuti Salat Malam. Pengunjung sudah mulai memadati Masjid Nasional Al-Akbar pada pukul 22.00 WIB, meski jadwal Shalat malam baru dimulai pukul 01.00 WIB.


Jamaah salat malam pun tak perlu khawatir untuk ketinggalan makan sahur, karena Masjid Al-Akbar juga menyiapkan 1000 kotak nasi untuk santap sahur bagi para jamaah, atau siapapun yang ingin sahur di lokasi ini. 


Selain itu Hilmi juga mengatakan, bahawa saat ini juga memberikan fasilitas paramedis untuk berjaga-jaga adanya jaamaah yang kelelahan saatenjalai ibadah salat malam. “Tahun ini kami juga sediakan paramedis, bukan apa-apa, tapi untuk antisipasi jika terjadi sesuatu hal yang darurat, kami sudah siap,” papar Helmi.


Didik Rahmawan, salah satu jamaah sekaligus pengunjung dari Surabaya mengatakan, ia setiap tahun selalu melaksanakan salat malam di Masjid Al-Akbar saat malam ganjil di akhir ramadan. “Tiap tahun selalu saya salat malam disini, selain nyaman, saya bisa benar-benar menikamati ibadah disini,” tukasnya.

Editor : Administrator
#ramadan