Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ludruk Kabaret, Perpaduan K-Pop dan Seni Tradisional

Administrator • Senin, 19 Maret 2018 | 16:04 WIB
Ludruk Kabaret, Perpaduan K-Pop dan Seni Tradisional
Ludruk Kabaret, Perpaduan K-Pop dan Seni Tradisional

SURABAYA – Perkembangan dunia seni saat ini sangat pesat. Seperti yang terlihat di gedung kesenian Cak Durasim, anak-anak TK hingga SMP piawai menampilakan kesenian ludruk khas Surabaya, Minggu (18/3). Ludruk Kabaret yang mengangkat judul Klenting Jaman Now itu dikolaborasikan dengan tari kontemporer dan mapping. Penampilan para pelajar tersebut berhasil memikat para penonton yang datang. Apa lagi saat pembukaan jula-juli dengan banyolan khas Suroboyoan yang dibawakan oleh Sabil dan rekannya.


“Yang menarik dari pertunjukan ludruk kabaret ini  adalah perpaduan kesenian tradisional dengan seni tari modern K-Pop,” ujar Yuyun Sulastri selaku ketua penyelenggara dari Komite Dewan Kesenian Jatim.


Yuyun menuturkan, pengembangan seni tradisional ini juga diberi tambahan mapping guna menarik anak-anak muda zaman sekarang agar peduli dengan kesenian Ludruk. Pertunjukkan ini merupakan gabungan dari beberapa komunitas tari modern dan tradisional. Terdapat tujuh komunitas yang terlibat dalam pertunjukan ini, di antaranya Komunitas SBC, Perfecto, Lab Remo, UKM STKW, UNESA, UNAIR, dan masih banyak lainnya.


“Jadi mereka akan saling belajar, yang anak tari tradisional bisa mempelajari tari modern, begitu sebaliknya. Akhirnya mereka lama-lama bisa untuk mengkolaborsikannya”, imbuh Yuyun.


Ia mengaku butuh waktu dua minggu untuk proses latihan yang di lakukan oleh para penari dan ludruk cabaret. Karena yang mengikuti pementasan adalah anak-anak, jadi membutuhkan waktu yang lama. Tetapi untuk pengkolaborasiannya membutuhkan waktu hanya tiga hari. “Ludruk ini kan tidak pakai naskah, jadi mereka bisa langsung ngobrol dengan diambil dari inti-intinya. Jadi lebih mudah mereka untuk menghayatinya juga,” terangnya.


Menurut Yuyun dengan adanya kolaborasi kesenian ini dapat menarik antusiasme anak-anak untuk lebih jauh lagi mengenal kesenian ludruk. Meskipun terdengarnya kuno, tetapi dengan teknik penambahan mapping dan kolaborasi tari modern dapat menambah kesan baru di dunia kesenian ludruk, tanpa meninggalkan pakem-pakem yang ada.


Ia menambahkan, Klenting Jaman Now ini juga menjadi salah satu menjaga tradisi dolanan (permainan, Red) tradisional. Karena semakin derasnya perkembangan teknologi, budaya dolanan tradisional ini juga semakin tertinggal. (gin/nur)


Editor : Administrator