SURABAYA- Seniman lukis Elano Gantiono menggelar pemeran tunggalnya di Taman Budaya Surabaya atau yang dikenal Gedung Cak Durasim. Pameran ini merupakan hasil pengembaraannya di berbagai kota di Indonesia sejak tahun 2008.
Pameran bertajuk Drawing in The Earth ini, memamerkan 30 karya terbaiknya. Seniman yang satu ini selalu membawa unsur lukis pop art sebagai ciri khasnya. "Kali ini saya menampilkan lukisan dengan warna-warna yang cerah serta bentuk yang absurd," ujar pria berusia 53 tahun yang akrab di sapa Elano, Selasa (22/8).
Elano menambahkan, unsur pop art sendiri ia pilih karena menurutnya ada sebuah kebebasan, mulai dari bentuk hingga warna. Sehingga karya-karya yang ia buat menunjukkan sebuah kebebasan yang mewakili ekspresi dalam berkarya.
Pria dengan julukan Aristo Liberte ini mengaku dalam lukisan miliknya didominasi dengan drawing dengan memanfaatkan media kertas. Ada pula penunjang, yakni campuran antara bolpoin, spidol dan krayon.
"Ada juga di atas kanvas yang saya lukis menggunakan cat akrilik. Itu ukurannya yang besar-besar biasanya," imbuhnya.
Elano terjun ke dunia seni tidaklah satu dua hari, bahkan untuk menggelar pameran tunggal ini pun ia mengumpulkan karya-karyanya sedari dulu. Sebab, sedikit demi sedikit karya yang dihimpun dirasa sudah banyak, lantas ia memberanikan diri untuk menggelar pameran tunggal.
Editor : Administrator