Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

24,9 Juta Orang Diprediksi Mudik ke Jawa Timur, Begini Persiapan Gubernur Khofifah dan Forkopimda

Mus Purmadani • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:23 WIB

Sebagian pemudik tujuan Jawa Timur menggunakan kereta api. (KAI)
Sebagian pemudik tujuan Jawa Timur menggunakan kereta api. (KAI)


RADAR SURABAYA
– Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama aparat keamanan dan berbagai pemangku kepentingan mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Rupatama Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani 116 Surabaya.

Gubernur Khofifah menyampaikan, Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu tujuan utama pemudik nasional pada Lebaran tahun ini. Diperkirakan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur.

“Momentum Idulfitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan mudik, silaturahmi, maupun aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, kita harus memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang,” ujar Khofifah, Selasa 10 Maret 2026.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 27 Maret 2026.
Selain itu, jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur selama masa Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 7,7 juta orang.

Angka tersebut meningkat sekitar 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 7,3 juta penumpang.

Menurut Khofifah, peningkatan tersebut mencakup seluruh moda transportasi mulai dari kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, berbagai sarana transportasi telah disiapkan. Di antaranya 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip.

 “Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi seluruh instansi, mengidentifikasi potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik, serta memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sistem pengamanan secara terpadu,” jelasnya.

Untuk mendukung pengamanan dan kelancaran arus mudik, sebanyak 8.991 personel disiagakan. Personel tersebut berasal dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta sektor transportasi laut dan ASDP. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Arus Mudik #khofifah indar parawansa #forkopimda jatim #gubernur jawa timur #mudik ke jatim