RADAR SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) terus menggenjot kinerja untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim. Dua program transportasi unggulan, yakni Trans Jatim dan Trans Laut, menjadi andalan utama yang mampu memberikan pemasukan signifikan bagi kas daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jatim Nyono mengatakan, melalui berbagai terobosan dan inovasi. “Target kami saat ini Rp 55 miliar. Dengan terobosan dan inovasi yang terus dilakukan, ke depan kami optimistis bisa tembus Rp 100 miliar,” ujar Nyono, Rabub(28/1).
Nyono menjelaskan, Dishub Jatim mengoptimalkan pendapatan dari sektor jasa transportasi dan pemanfaatan aset daerah. Sumber PAD tersebut antara lain berasal dari iklan dan reklame pada armada Trans Jatim dan Trans Laut, serta biaya pemanfaatan fasilitas terminal milik Pemprov Jatim.
“Melalui iklan atau reklame di Trans Jatim, Trans Laut, serta biaya penggunaan fasilitas bus angkutan umum yang masuk terminal milik Pemprov lewat Terminal On System (TOS), termasuk Trans Laut di Paciran dan Banyuwangi, alhamdulillah kita bisa memperoleh sekitar Rp 1 miliar,” ungkapnya.
Nyono menambahkan, penerapan Terminal On System (TOS) saat ini masih dalam tahap uji coba di lima terminal milik Pemprov Jatim. Ke depan, sistem tersebut ditargetkan dapat diterapkan di seluruh 29 terminal yang menjadi aset Pemprov Jatim.
“Kita berharap TOS ini nantinya bisa diberlakukan di semua terminal milik provinsi agar pengelolaan lebih transparan dan pendapatan semakin optimal,” jelasnya.
Sementara itu, pengembangan layanan Trans Jatim juga terus dilakukan, baik melalui penambahan armada maupun perencanaan jalur baru. Dishub Jatim berupaya membuka rute yang lebih dekat dengan pusat-pusat wisata dan kawasan strategis.
Baca Juga: Viral Driver Ojol Gendong Balita, Wali Kota Surabaya Cak Eri Turun Tangan
“Saat ini memang masih terbatas dari sisi anggaran. Namun jika nanti ada tambahan anggaran, target pengembangan Trans Jatim di wilayah Gerbangkertosusila bisa tercapai,” katanya.
Terkait permintaan agar Trans Jatim melayani rute Gadang–Kepanjen, Nyono menyebut pihaknya masih melakukan kajian mendalam. Permintaan tersebut, kata dia, juga datang langsung dari Bupati Malang.
“Masih terus dikaji karena memang ada permintaan dari Bupati Malang agar rute tersebut bisa direalisasikan,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto