RADAR SURABAYA - Harga komoditas cabai besar maupun cabai rawit mengalami kenaikan. Meningkatnya harga komoditas ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Nanang Triatmoko kepada Radar Surabaya, Selasa (17/11).
"Saat ini kondisinya hujan deras cukup tinggi. Sebenarnya stoknya ada di kebun, hanya saja petani tidak mau memanen karena kondisi hujan. Apalagi hujan ini membuat cabai basah. Kalau dipanen dalam kondisi basah tentu akan membuat cepat busuk saat pengiriman," ujarnya.
Nanang menambahkan penyebab mahalnya cabai karena sejumlah daerah sentra cabai terkena virus antraknosa. "Virus tersebut karena cuaca. Tapi kenaikan ini tidak sampai Nataru, karena dalam waktu dekat ada daerah yang panen raya," katanya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur harga rata-rata cabai merah besar di Jawa Timur adalah Rp 50.337, Harga rata-rata tertinggi di Kota Malang Rp 62.000, dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Probolinggo Rp 38.333.
Sedangkan harga rata-rata cabai rawit di Jawa Timur adalah Rp 32.929, Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Ngawi Rp 50.666, dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Probolinggo Rp 21.333. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto