Surabaya – Fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali terjadi di Jawa Timur pada Jumat (12/9). Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim mencatat, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sebagian turun, sementara mayoritas tetap stabil.
Kenaikan tertinggi tercatat pada daging sapi paha belakang yang kini mencapai Rp 119 ribu per kilogram, naik Rp 694 atau 0,58 persen dari sehari sebelumnya. Telur ayam kampung juga naik Rp 865 (1,85 persen) menjadi Rp 47.5 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting menguat Rp 394 (1,14 persen) ke level Rp 34.795 per kilogram.
Sebaliknya, bawang merah terkoreksi Rp 154 (0,45 persen) menjadi Rp 33 ribu per kilogram, dan cabai rawit merah turun Rp 370 (1,19 persen) menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Penurunan paling tajam terjadi pada daging ayam kampung yang anjlok Rp 1.370 (2,00 persen) menjadi Rp 67 ribu per kilogram.
Untuk bahan pokok lainnya, harga relatif stabil. Beras premium bertahan Rp 15 ribu per kilogram, beras medium Rp 12 ribu, gula pasir Rp 16 ribu, minyak goreng curah Rp15.5 ribu, telur ayam ras Rp 27 ribu, serta bawang putih Rp 34 ribu per kilogram.
Fluktuasi harga ini berdampak langsung pada rumah tangga, terutama kelompok berpendapatan menengah ke bawah.
"Sekilo beras naiknya cuma seratus-dua ratus rupiah, tapi kalau dihitung belanja bulanan bisa beda jauh. Belum lagi kalau bareng sama minyak, gula, dan cabai yang ikut naik," ujar Siti, ibu rumah tangga asal Surabaya.
Pengamat pangan menilai, keluarga kecil dengan pendapatan terbatas cenderung menekan konsumsi daging atau telur kampung dan beralih ke lauk alternatif seperti tahu dan tempe. Perubahan pola konsumsi ini dinilai dapat berpengaruh terhadap pemenuhan gizi jangka panjang, terutama bagi anak-anak.
Pemerintah daerah diminta menjaga ketersediaan stok dan menyiapkan operasi pasar bila diperlukan. Tanpa langkah intervensi, masyarakat berisiko semakin sulit mengakses bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau. (dwi/gab/fir)
Editor : M Firman Syah