RADAR SURABAYA - Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Provinsi Jawa Timur membangkitkan semangat wirausaha dan menciptakan peluang ekonomi kreatif melalui kegiatan DWP Preneur Workshop lewat cooking class dan cooking demo, di Grand City Multi Function, Jumat (14/6).
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DPW) Inspektorat Iis Hendro Gunawan menjelaskan penyelenggaraan pelatihan ini dimaksudkan untuk menyemangati para anggota DWP, yang terdiri dari istri aparatur sipil, karyawati dan sahabat DWP yang terafiliasi dengan DWP Inspektorat, untuk memotivasi anggota agar terus mengembangkan kualitas diri.
Iis Hendro menegaskan, meskipun mereka istri ASN yang terlihat nyaman tapi tetap ada persiapan menjelang masa pensiun.
“Menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dengan punya kantung keuangan yang cukup agar merdeka belanja itu kalau punya inkam pengganti kalau kita pensiun. Nah itu yang kita persiapan,” tegasnya.
Pelatihan yang diikuti 80 orang peserta ini dilaksanakan pada 19 titik, di semua internal provinsi dan biro-biro pemerinah provinsi, targetnya sampai bulan maret 2025.
Pelatihan yang diberikan meliputi cooking class, cooking, demo, dengan menu-menu layak jual.
Diberikan juga cara pengurusan sertifikasi halal, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), literasi keuangan dengan penghitungan harga pokok penjualan (HPP) dan aktifasi untuk mereka jual.
“Kita punya UKM-UKM yang terkoneksi, ada yang menawarkan produknya, ada chef yang mengajari, mengolah dan ada pasarnya. Belanja murah mengaksesnya mudah,” jelasnya.
Nantinya dari pelatihan ini diharapkan anggota DWP bisa berjualan makanan di kantor inspektorat.
Misalnya untuk makan siang atau kudapan saat rapat.
“Jadi pelatihan ini dari kita dan untuk kita,” kata Iis Hendro Gunawan.
Dengan menghadirkan pemateri Chef Elisabet Yuliastuti dari CV. Dabotama, para peserta terlihat antusias menyimak menu yang diberikan antar lain japchae, kroket kentang ekonomis, bihun roa siram seafood black pepper.
Di akhir roadshow nantinya, semua resep yang diberikan akan dibukukan sehingga bagi DWP yang tidak bisa hadir bisa tetap mempraktekan menu yang ditampilkan. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa