SIDOARJO - Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih terus meningkatkan pelayanan bagi para penumpang. Terbaru, angkutan online bisa mengambil penumpang di dalam Terminal Bungurasih.
Sebelumnya, angkutan online dilarang beroperasi di dalam terminal terbesar di Jawa Timur itu. Mereka hanya bisa menurunkan penumpang (drop off), tapi dilarang menaikkan penumpang (pick up) dari dalam terminal.
"Ini adalah salah satu upaya dari kami (Terminal Purabaya, Red). Sebagai pelayan, kami melihat animo besar masyarakat," kata Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Purabaya, Ahmad Badik, kemarin.
Ia mengatakan bahwa angkutan online yang dibawa masuk ke dalam area terminal itu merupakan solusi dalam meningkatkan pelayanan terhadap calon penumpang.
Saat ini terdapat 120 perusahaan otobus (PO) dengan 2.000 armada bus yang beroperasi keluar masuk Terminal Bungurasih. Sedangkan jumlah penumpang setiap harinya sekitar 20 ribu orang.
Penumpang ini tentu butuh angkutan feeder untuk menuju ke daerah tujuan masing-masing di luar terminall setelah turun dari bus.
Tingginya animo masyarakat dalam menggunakan jasa ini mendorong pengelola untuk meningkatkan pelayanannya. Salah satunya dengan menambah pilihan bagi masyarakat terkait moda transportasi online roda empat.
"Ini adalah hal yang sangat baru, kami hanya menyiapkan, kami hanya memberikan kesempatan dan juga pilihan kepada masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi pilihan yang lebih banyak," ujarnya.
Keberadaan angkutan online resmi di terminal ini setelah ada kesepakatan antara pengelola Terminal Purabaya dengan perusahaan penyelenggara transportasi berbasis aplikasi. Artinya, angkutan online saat ini dapat masuk dan beroperasi di dalam Terminal Purabaya.
Badik menceritakan bagaimana ide tersebut ditemukan. Awalnya banyak keluhan dari masyarakat pengguna jalan, terutama di sekitar wilayah Medaeng menjelang masuk terminal.
Grab Lounge yang ada di Medaeng menjadi titik kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Hal tersebut berdampak pada masyarakat pengguna jalan dan beresiko karena harus menyeberang terlebih dahulu untuk naik angkutan online.
"Akhirnya kami berdiskusi dengan pihak online dan ini keputusan yang kami ambil bersama, demi semua, demi kepentingan masyarakat dan juga pilihan masyarakat," katanya.
Dia berharap, adanya angkutan online yang tempatnya sudah disiapkan di dalam terminal dapat dimanfaatkan dengan baik. Serta memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.
"Nanti teman-teman driver online bisa mengambil ataupun menurunkan penumpang di dalam terminal," tutupnya. (sai/jay)
Editor : Jay Wijayanto