alexametrics
30 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Limbah Plastik Disulap Jadi Gaun dan Souvenir

KOTA –

Masyarakat Gresik semakin menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungan. Seperti yang ditunjukkan warga Desa Roomo. Kemarin, mereka mempertunjukkan puluhan desain gaun dari limbah plastik.

“Selain menjadi terobosan untuk pendapatan, juga untuk sosialisasi agar masyarakat lebih peduli lingkungan,” papar Direktur Bank Sampah Roomo Gangsar Rizka Wulandary.

Anak-anak dari usia 6 hingga 14 tahun ini dengan percaya diri memngenakangaun dari limbah plastik dan tambahan limbah lainnya. Sebanyak 22 model gaun mereka pamerkan, termasuk puluhan souvenir yang dikreasikan dengan baik.

Berbagai souvenir yang menginspirasi, salah satunya tas, mahkota, bunga plastik, vas dan banyak lagi. Jenis-jenis ini sudah banyak digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan. “Ini juga upya untuk meningkatkn anasabah, agar masyarakat tahu, bahwasanya mengumpulkan sampah bisa digunakan untuk mendapat tambahan pendapatan,” jelas dia.

Ia mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang mencari gaun olahan limbah ataudaur ulang untuk ajang fashion show. Melihat peluang usaha ini, masyarakatpun dinilai Rizka bisa memanfaatkannya. “Ternyata  bagus ketika dikenakan, dan banyak yang tertarik, mulai sekolah hingga masyarakat umum,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Roomo Rusdiyanto mengatakan, kegiatan ini bisa membuat masyarakatsadar pentingnya pemilahan. Misinya, ia ingin menjadikan sebuah budaya pemilahan agar masyarakat bisa mudah mengelola sampah. “Terlebih kita memiliki Bank sampah yang dibiayai oleh CSR, jadi harus dimanfaatkan agar masyarakat bisa memaksimalkan peran dari bank sampah tersebut,” imbuh dia. (est/rof)

 

KOTA –

Masyarakat Gresik semakin menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungan. Seperti yang ditunjukkan warga Desa Roomo. Kemarin, mereka mempertunjukkan puluhan desain gaun dari limbah plastik.

“Selain menjadi terobosan untuk pendapatan, juga untuk sosialisasi agar masyarakat lebih peduli lingkungan,” papar Direktur Bank Sampah Roomo Gangsar Rizka Wulandary.

Anak-anak dari usia 6 hingga 14 tahun ini dengan percaya diri memngenakangaun dari limbah plastik dan tambahan limbah lainnya. Sebanyak 22 model gaun mereka pamerkan, termasuk puluhan souvenir yang dikreasikan dengan baik.

Berbagai souvenir yang menginspirasi, salah satunya tas, mahkota, bunga plastik, vas dan banyak lagi. Jenis-jenis ini sudah banyak digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan. “Ini juga upya untuk meningkatkn anasabah, agar masyarakat tahu, bahwasanya mengumpulkan sampah bisa digunakan untuk mendapat tambahan pendapatan,” jelas dia.

Ia mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang mencari gaun olahan limbah ataudaur ulang untuk ajang fashion show. Melihat peluang usaha ini, masyarakatpun dinilai Rizka bisa memanfaatkannya. “Ternyata  bagus ketika dikenakan, dan banyak yang tertarik, mulai sekolah hingga masyarakat umum,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Roomo Rusdiyanto mengatakan, kegiatan ini bisa membuat masyarakatsadar pentingnya pemilahan. Misinya, ia ingin menjadikan sebuah budaya pemilahan agar masyarakat bisa mudah mengelola sampah. “Terlebih kita memiliki Bank sampah yang dibiayai oleh CSR, jadi harus dimanfaatkan agar masyarakat bisa memaksimalkan peran dari bank sampah tersebut,” imbuh dia. (est/rof)

 

Most Read

Berita Terbaru


/