alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Antisipasi Libur Lebaran, Dewan Usul Parkir KBS Pindah ke Mangga Dua

spot_img

SURABAYA – Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung selama libur lebaran, Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyarankan agar parkir Kebun Binatang Surabaya (KBS) dipusatkan di Mangga Dua.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, tempat yang cukup sepi hanya di Mangga Dua. Ia berharap nantinya bus pemkot maupun transportasi umum harus standby untuk mengantar pengunjung ke KBS atau sebagai kendaraan penghubung. “Solusi ini akan mempermudah pengunjung dan mengurangi kemacetan karena minimnya lahan parkir,” katanya.

Politisi PDIP ini menambahkan, pihak KBS harus bisa bekerja sama, agar pengunjung tidak perlu dipungut biaya lagi. Maka dari itu, lanjut Baktiono, harus ada sinergi yang baik Dinas Perhubungan (Dishub) dengan KBS. Selain Dishub, ia juga berharap agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya bekerja aktif dalam mempromosikan objek wisatanya selama Lebaran.

“Dengan melakukan sinergi, pemkot bisa mengambil peluang untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Surabaya. Sehingga para pengunjung tidak hanya ke KBS saja, tapi juga ke tempat lainnya. Seperti Eko Wisata Mangrove, Wisata Religi Ampel, Tugu Pahlawan, Rumah Bung Karno, dan lainya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan kerja sama, pemkot bisa memberikan rute tujuan wisata yang bisa dikunjungi dengan akses yang mudah. Hal ini menurutnya juga agar kendaraan tidak simpang siur.

Sementara itu Pemkot Surabaya saat ini fokus pembangunan jalur bawah tanah penghubung Terminal Joyoboyo dengan KBS. Pembangungan underpass ini dipastikan rampung dan dioperasionalkan akhir tahun 2019.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, underpass yang dibangun ini juga memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di jalan. Mengingat Joyoboyo sendiri selama ini dikenal dengan pusat transportasi masal antar moda dan kawasan tersebut juga dikenal dengan lalu lintasnya yang semrawut. Sehingga dibutuhkan infrastruktur penunjang untuk mengurai kesemrawutan arus lalu lintas.

“Kami memastikan para petugas untuk segera menyelesaikan proyek sesuai waktu yang disepakati sebelumnya. Bus-bus nantinya bisa diparkir di Joyoboyo. Semua bisa masuk. Kalau underpass digunakan tidak hanya untuk pengunjung KBS tetapi juga oleh masyarakat lainnya juga,”  ujarnya. (mus/nur)

 

SURABAYA – Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung selama libur lebaran, Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyarankan agar parkir Kebun Binatang Surabaya (KBS) dipusatkan di Mangga Dua.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, tempat yang cukup sepi hanya di Mangga Dua. Ia berharap nantinya bus pemkot maupun transportasi umum harus standby untuk mengantar pengunjung ke KBS atau sebagai kendaraan penghubung. “Solusi ini akan mempermudah pengunjung dan mengurangi kemacetan karena minimnya lahan parkir,” katanya.

Politisi PDIP ini menambahkan, pihak KBS harus bisa bekerja sama, agar pengunjung tidak perlu dipungut biaya lagi. Maka dari itu, lanjut Baktiono, harus ada sinergi yang baik Dinas Perhubungan (Dishub) dengan KBS. Selain Dishub, ia juga berharap agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya bekerja aktif dalam mempromosikan objek wisatanya selama Lebaran.

“Dengan melakukan sinergi, pemkot bisa mengambil peluang untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Surabaya. Sehingga para pengunjung tidak hanya ke KBS saja, tapi juga ke tempat lainnya. Seperti Eko Wisata Mangrove, Wisata Religi Ampel, Tugu Pahlawan, Rumah Bung Karno, dan lainya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan kerja sama, pemkot bisa memberikan rute tujuan wisata yang bisa dikunjungi dengan akses yang mudah. Hal ini menurutnya juga agar kendaraan tidak simpang siur.

Sementara itu Pemkot Surabaya saat ini fokus pembangunan jalur bawah tanah penghubung Terminal Joyoboyo dengan KBS. Pembangungan underpass ini dipastikan rampung dan dioperasionalkan akhir tahun 2019.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, underpass yang dibangun ini juga memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di jalan. Mengingat Joyoboyo sendiri selama ini dikenal dengan pusat transportasi masal antar moda dan kawasan tersebut juga dikenal dengan lalu lintasnya yang semrawut. Sehingga dibutuhkan infrastruktur penunjang untuk mengurai kesemrawutan arus lalu lintas.

“Kami memastikan para petugas untuk segera menyelesaikan proyek sesuai waktu yang disepakati sebelumnya. Bus-bus nantinya bisa diparkir di Joyoboyo. Semua bisa masuk. Kalau underpass digunakan tidak hanya untuk pengunjung KBS tetapi juga oleh masyarakat lainnya juga,”  ujarnya. (mus/nur)

 

Most Read

Berita Terbaru