26 C
Surabaya
Wednesday, March 29, 2023

Keluarga Masih Berharap Ada Mukjizat untuk Kru KRI Nanggala

SURABAYA – Berda Asmara, istri Serda (Mes) Guntur Ari Prasetya, yang gugur dalam tugas bersama 52 awak KRI Nanggala-402 di perairan Bali Utara, tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Karena itu, keluarga besar Unusa menggelar salat gaib dan doa bersama untuk mendoakan seluruh kru KRI Nanggala-402, kemarin.

Ditemui wartawan, Berda Asmara tampak tegar meski sering menundukkan kepala sembari mengusap air mata. Dosen PG-PAUD Unusa itu duduk di deretan saf perempuan dan khusuk berdoa untuk suaminya dan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang belum ditemukan jasanya hingga kini.

Berda Asmara mengatakan, dirinya ingin mengetahui kabar lebih lanjut dari seluruh kru KRI Nanggala 402 yang dikabarkan terbelah menjadi tiga bagian. ”Semoga hari ini ada kabar baik setelah kabar kemarin yang disampaikan Bapak Panglima TNI mengenai kapal yang terbelah jadi tiga,” katanya.

Baca Juga :  Pesawat Bonanza Ditemukan di Kedalaman 15 Meter bersama Jenazah Pilot-Kopilot

Dia juga berharap KRI Nanggala 402 bisa terangkat. Juga, ada mukjizat untuk seluruh awak kapal. ”Semoga ada mukjizat dari Allah dan seluruh awak kapal bisa terselamatkan,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unusa Achmad Jazidie menyatakan, pihaknya turut berdukacita atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 bersama 53 kru. Salat gaib dan tahlil bersama diselenggarakan karena salah satu awak kapal selam merupakan suami Berda, dosen Unusa.

”Kita bersama berdoa mudah-mudahan Bapak Guntur diampuni segala dosa dan kesalahan. Mendapatkan tempat yang terbaik dan terindah di sisi Allah SWT. Dengan rahmat Allah, para almarhum mendapatkan surga, aamiin! Keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga Bu Berda, senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan untuk menjalani hidup selanjutnya,” katanya.

Baca Juga :  Lantamal V Siagakan Pasukan Jelang Pelantikan Presiden

Jazidie juga menegaskan, kampus Unusa akan memberikan beasiswa kepada putri Berda Asmara. ”Insya Allah, kita akan berikan beasiswa kepada putri almarhum (Guntur Ari Prsaetya) yang sekarang kelas 2 SMA untuk menempuh pendidikan,” ungkapnya. (rmt/rek)

 

SURABAYA – Berda Asmara, istri Serda (Mes) Guntur Ari Prasetya, yang gugur dalam tugas bersama 52 awak KRI Nanggala-402 di perairan Bali Utara, tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Karena itu, keluarga besar Unusa menggelar salat gaib dan doa bersama untuk mendoakan seluruh kru KRI Nanggala-402, kemarin.

Ditemui wartawan, Berda Asmara tampak tegar meski sering menundukkan kepala sembari mengusap air mata. Dosen PG-PAUD Unusa itu duduk di deretan saf perempuan dan khusuk berdoa untuk suaminya dan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang belum ditemukan jasanya hingga kini.

Berda Asmara mengatakan, dirinya ingin mengetahui kabar lebih lanjut dari seluruh kru KRI Nanggala 402 yang dikabarkan terbelah menjadi tiga bagian. ”Semoga hari ini ada kabar baik setelah kabar kemarin yang disampaikan Bapak Panglima TNI mengenai kapal yang terbelah jadi tiga,” katanya.

Baca Juga :  Amankan Daerah Rawan Konflik, TNI AL Pindah Komando Armada I ke Tanjungpinang

Dia juga berharap KRI Nanggala 402 bisa terangkat. Juga, ada mukjizat untuk seluruh awak kapal. ”Semoga ada mukjizat dari Allah dan seluruh awak kapal bisa terselamatkan,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unusa Achmad Jazidie menyatakan, pihaknya turut berdukacita atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 bersama 53 kru. Salat gaib dan tahlil bersama diselenggarakan karena salah satu awak kapal selam merupakan suami Berda, dosen Unusa.

”Kita bersama berdoa mudah-mudahan Bapak Guntur diampuni segala dosa dan kesalahan. Mendapatkan tempat yang terbaik dan terindah di sisi Allah SWT. Dengan rahmat Allah, para almarhum mendapatkan surga, aamiin! Keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga Bu Berda, senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan untuk menjalani hidup selanjutnya,” katanya.

Baca Juga :  NKV Dicabut, Jumlah Hewan yang Dipotong di RPH Turun

Jazidie juga menegaskan, kampus Unusa akan memberikan beasiswa kepada putri Berda Asmara. ”Insya Allah, kita akan berikan beasiswa kepada putri almarhum (Guntur Ari Prsaetya) yang sekarang kelas 2 SMA untuk menempuh pendidikan,” ungkapnya. (rmt/rek)

 

Most Read

Berita Terbaru