alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Gandeng UMKM dan Pengusaha, Eri Siap Pulihkan Perekonomian Surabaya

SURABAYA – Pasangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armudji bertekad akan memulihkan perekonomian Kota Pahlawan yang terguncang akibat pandemi Covid-19. Tekad ini disampaikan mereka usai dilantik oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/2).

Pasangan wali kota dan wakil wali kota Surabaya terpilih itu dilantik pada sesi ketiga atau sekitar pukul 16.00. Setidaknya ada lima kepala daerah yang dilantik pada sesi terakhir ini. Tiba di Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 15.20, Eri Cahyadi-Armudji langsung disambut dan dikawal menuju lokasi pelantikan di Ruang Singhasari.

Selama acara pelantikan, tamu undangan dibatasi. Hanya satu orang perwakilan yang bisa mengikuti prosesi secara langsung. Sementara tamu undangan lain diberi kesempatan menyaksikan acara melalui virtual di layar televisi.

Eri dan Armudji pun berjanji dalam sumpah yang diucapkannya sebagai pasangan kepala daerah. “Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wali Kota Surabaya dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” ucap Eri dan Armudji.

Usai dilantik, kedua pemimpin baru Surabaya itu langsung menuju ke Balai Kota Surabya. Eri mengaku dirinya ingin segera bekerja melakukan percepatan dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Karenanya, ia akan menggandeng kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mencapai target tersebut.

”A world-class business environment, itulah Surabaya ke depan. Ekosistem bisnis di Surabaya harus kelas dunia. Apa saja itu ekosistem bisnis? Mulai dari SDM, infrastruktur, sistem perizinan, kesiapan tenaga kerja, dukungan pemerintah, dan sebagainya. Semuanya harus berkelas dunia. Kemudahan berbisnis di Surabaya terus kita tingkatkan,” katanya di hadapan awak media di Balai Kota.

Untuk mewujudkan itu, Eri menyebut sinergitas antara pemerintah kota dengan pengusaha adalah hal wajib. Sebab dengan begitu dunia usaha akan tetap bisa bergeliat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Apalagi dalam konteks menghadapi dampak pandemi CoD-19, butuh sinergi pemerintah dan dunia usaha, sehingga kita bisa buka kembali lapangan kerja untuk rakyat,” terang mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu.

Menurutnya, ada dua paradigma pemerintah dalam memandang dunia usaha. Pertama, paradigma direct income, yaitu dunia usaha hanya dipandang sebagai kontributor pendapatan asli daerah (PAD). Kedua adalah paradigma indirect income, yaitu memandang dunia usaha sebagai penggerak perekonomian yang bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat.

“Saya memilih tidak memandang setiap aktivitas dunia usaha sebagai unit penerimaan yang harus memberi PAD ke pemerintah. Tapi kita tekankan bahwa aktivitas dunia usaha memberi indirect income, yaitu rakyatnya sejahtera, pendapatan warga melonjak, lapangan kerja terbuka, rakyat bahagia. Itulah tujuan kita ke depan, sehingga mari bergandengan tangan terus memajukan Surabaya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Eri juga akan kembali mendata warga Surabaya yang terdampak akibat Covid-19. Dengan bantuan dari Kampung Tangguh, pihaknya juga akan menggerakkan UMKM di Surabaya. Sehingga UMKM inilah yang dapat membiayai warga yang terdampak. “Aturannya sekarang semua kalau ada rapat baik di pemkot maupun di dinas, semua konsumsi harus menggunakan produk UMKM binaan kami,” tegasnya.

Eri mengaku alasannya itu dikarenakan untuk kepentingan warga Surabaya. “Karena kepentingan pemerintah hanya satu yakni mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Ia sangat yakin bisa melewati ini jika semuanya bergandeng tangan. “Ayo kita bergandeng tangan, tidak saling menjatuhkan satu sama yang lain. Tidak pernah punya pikiran lain, kita bergandeng tangan untuk Surabaya lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya. (rmt/jay)


SURABAYA – Pasangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armudji bertekad akan memulihkan perekonomian Kota Pahlawan yang terguncang akibat pandemi Covid-19. Tekad ini disampaikan mereka usai dilantik oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/2).

Pasangan wali kota dan wakil wali kota Surabaya terpilih itu dilantik pada sesi ketiga atau sekitar pukul 16.00. Setidaknya ada lima kepala daerah yang dilantik pada sesi terakhir ini. Tiba di Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 15.20, Eri Cahyadi-Armudji langsung disambut dan dikawal menuju lokasi pelantikan di Ruang Singhasari.

Selama acara pelantikan, tamu undangan dibatasi. Hanya satu orang perwakilan yang bisa mengikuti prosesi secara langsung. Sementara tamu undangan lain diberi kesempatan menyaksikan acara melalui virtual di layar televisi.

Eri dan Armudji pun berjanji dalam sumpah yang diucapkannya sebagai pasangan kepala daerah. “Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wali Kota Surabaya dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” ucap Eri dan Armudji.

Usai dilantik, kedua pemimpin baru Surabaya itu langsung menuju ke Balai Kota Surabya. Eri mengaku dirinya ingin segera bekerja melakukan percepatan dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Karenanya, ia akan menggandeng kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mencapai target tersebut.

”A world-class business environment, itulah Surabaya ke depan. Ekosistem bisnis di Surabaya harus kelas dunia. Apa saja itu ekosistem bisnis? Mulai dari SDM, infrastruktur, sistem perizinan, kesiapan tenaga kerja, dukungan pemerintah, dan sebagainya. Semuanya harus berkelas dunia. Kemudahan berbisnis di Surabaya terus kita tingkatkan,” katanya di hadapan awak media di Balai Kota.

Untuk mewujudkan itu, Eri menyebut sinergitas antara pemerintah kota dengan pengusaha adalah hal wajib. Sebab dengan begitu dunia usaha akan tetap bisa bergeliat dan membuka lapangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Apalagi dalam konteks menghadapi dampak pandemi CoD-19, butuh sinergi pemerintah dan dunia usaha, sehingga kita bisa buka kembali lapangan kerja untuk rakyat,” terang mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu.

Menurutnya, ada dua paradigma pemerintah dalam memandang dunia usaha. Pertama, paradigma direct income, yaitu dunia usaha hanya dipandang sebagai kontributor pendapatan asli daerah (PAD). Kedua adalah paradigma indirect income, yaitu memandang dunia usaha sebagai penggerak perekonomian yang bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat.

“Saya memilih tidak memandang setiap aktivitas dunia usaha sebagai unit penerimaan yang harus memberi PAD ke pemerintah. Tapi kita tekankan bahwa aktivitas dunia usaha memberi indirect income, yaitu rakyatnya sejahtera, pendapatan warga melonjak, lapangan kerja terbuka, rakyat bahagia. Itulah tujuan kita ke depan, sehingga mari bergandengan tangan terus memajukan Surabaya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Eri juga akan kembali mendata warga Surabaya yang terdampak akibat Covid-19. Dengan bantuan dari Kampung Tangguh, pihaknya juga akan menggerakkan UMKM di Surabaya. Sehingga UMKM inilah yang dapat membiayai warga yang terdampak. “Aturannya sekarang semua kalau ada rapat baik di pemkot maupun di dinas, semua konsumsi harus menggunakan produk UMKM binaan kami,” tegasnya.

Eri mengaku alasannya itu dikarenakan untuk kepentingan warga Surabaya. “Karena kepentingan pemerintah hanya satu yakni mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Ia sangat yakin bisa melewati ini jika semuanya bergandeng tangan. “Ayo kita bergandeng tangan, tidak saling menjatuhkan satu sama yang lain. Tidak pernah punya pikiran lain, kita bergandeng tangan untuk Surabaya lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya. (rmt/jay)



Most Read

Berita Terbaru