
RADAR SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi DPW PKB Jawa Timur (Jatim) untuk mendorong santri mengambil peran lebih luas dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Salah satunya melalui gerakan menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PKB Jatim Multazamudz Dzikri saat menjadi pembina apel Hari Santri Nasional di Lapangan Grha Gus Dur, Gayungsari, Surabaya, Kamis (22/10).
Multazam menegaskan, semangat perjuangan santri tidak cukup hanya diwujudkan melalui penguasaan ilmu agama dan pengabdian sosial. Santri juga harus menjadi bagian dari gerakan menjaga bumi dan menyelamatkan lingkungan.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Demo di Depan Gedung Grahadi Surabaya, Ini yang Disuarakan
“Di tengah tantangan zaman ini, salah satu medan pengabdian yang harus menjadi perhatian kita adalah menjaga bumi, menyelamatkan lingkungan, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegas Multazam.
Menurut dia, karhutla bukan sekadar persoalan rusaknya kawasan hutan. Bencana tersebut juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat asap, kerusakan lingkungan, hingga hilangnya sumber penghidupan warga.
“Kita tidak boleh membiarkan hutan terbakar, udara tercemar, rakyat kehilangan sumber penghidupan, kesehatan masyarakat terancam asap, dan anak-anak kita mewarisi lingkungan yang rusak,” ujarnya.
Baca Juga: PSM vs Persebaya: Green Force Waspadai Agresivitas PSM, Bernardo Tavares Akui Persiapan Mepet
Anggota DPRD Jatim tersebut menilai, semangat jihad santri harus mampu diterjemahkan sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Jika dahulu perjuangan santri identik dengan mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajahan, kini perjuangan tersebut dapat diwujudkan melalui upaya menjaga kelestarian alam. “Berarti, jihad santri hari ini adalah melawan karhutla,” jelasnya.
Karena itu, Multazam mengajak santri tidak hanya menjadi penonton dalam persoalan lingkungan. Santri dinilai dapat berperan melalui edukasi kepada masyarakat, membangun kepedulian terhadap lingkungan, hingga mencegah praktik-praktik yang berpotensi memicu kebakaran.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita sebagai manusia. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” katanya.
Baca Juga: TNI AU Uji Landasan Alternatif di Tol Paspro: Super Tucano dan F-16 Beroperasi di Jalan Tol
Dia juga mengingatkan agar momentum Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.



