Kronologi Karhutla Bromo: Empat Orang Meninggal, Petugas dan Relawan Terjebak Api

RADAR SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang.
Korban terdiri atas petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan relawan dari kalangan karyawan hotel setempat.
Kebakaran terjadi pada Kamis (15/10). Api yang membesar akibat tiupan angin kencang membuat sejumlah petugas dan relawan terjebak di lokasi kejadian.
Selain korban meninggal dunia, dua orang mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief memaparkan kronologi kebakaran yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Menurut Oemar, titik api pertama kali terpantau pada pukul 09.00 WIB di lereng Pusung Lingker, wilayah Desa Ngadirejo.
Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.20 WIB, personel gabungan TNBTS bersama relawan dari karyawan Artotel bergerak menuju lokasi untuk memadamkan api.
Situasi memburuk pada pukul 13.30 WIB. Tiupan angin kencang membuat api semakin membesar hingga personel gabungan terjebak di tengah kebakaran.
Sejumlah petugas dan relawan sempat meminta pertolongan karena terhalang kobaran api dan asap pekat.
“Pada pukul 14.29 WIB, beberapa petugas berupaya menerobos api dan asap. Di lokasi ditemukan enam korban, dengan tiga orang sudah meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka bakar,” kata Oemar, Jumat (16/10).

