alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

DIPA dan TKDD Cair, Khofifah Tancap Gas Laksanakan 4 Fokus APBN

SURABAYA-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan buku transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2021. DIPA dan TKDD tersebut diserahkan secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11).

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan segera tancap gas melaksanakan instruksi presiden guna memaksimalkan penggunaan anggaran demi pembangunan di Jatim. Seluruh kebijakan dan program yang digulirkan Pemprov Jatim akan terus diselaraskan dengan program kebijakan pemerintah pusat.  

“Semua akan segara kita lakukan percepatan sesuai instruksi presiden bahwa ada empat fokus APBN tahun anggaran 2021. Pertama, bidang kesehatan. Kedua, perlindungan sosial bagi kelompok miskin dan rentan. Tiga, pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk dukungan usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) dan dunia usaha. Keempat, reformasi struktural pada bidang kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial yang akan segera dibelanjakan dan dimanfaatkan dana yang sudah ditransfer oleh pemerintah pusat,” jelas Khofifah.

DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun berdasarkan keputusan presiden mengenai rincian anggaran belanja pemerintah pusat. DIPA berfungsi sebagai dasar pelaksanaan anggaran setelah mendapat pengesahan dari menteri keuangan. 

Adapun TKDD adalah dana alokasi transfer dari pemerintah pusat ke 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pemprov Jatim sendiri menerima TKDD senilai Rp 76,6 triliun dan dana desa senilai Rp 7,6 triliun.

Pada penyerahan DIPA dan TKDD Tahun 2021, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa fokus APBN tahun 2021 di antaranya untuk kesehatan, pemulihan ekonomi nasional, perlindungan sosial, dan reformasi struktural. “Vaksinasi dilakukan, pemulihan kesehatan dan perekonomian dilaksanakan, bantuan sosial segera disalurkan kepada masyarakat penerima, sehingga perekonomian bergerak, dan kita bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi.

Jokowi berpesan agar kementerian, lembaga, dan kepala daerah segera bergerak cepat untuk melaksanakan dan membelanjakan setelah DIPA dan TKDD diterima. “Setelah DIPA dan TKDD diserahkan, kementerian, lembaga, dan kepala daerah harus segera memanfaatkan dan  harus segera membelanjakan untuk dapat  menggerakkan ekonomi kita,” tuturnya.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar kementerian atau lembaga juga melakukan reformasi anggaran dengan memegang prinsip cermat, efektif, dan efesien. “Tugas utama kita adalah membantu masyarakat. Setiap rupiah uang rakyat harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya. (mus/rek)

SURABAYA-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan buku transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2021. DIPA dan TKDD tersebut diserahkan secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11).

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan segera tancap gas melaksanakan instruksi presiden guna memaksimalkan penggunaan anggaran demi pembangunan di Jatim. Seluruh kebijakan dan program yang digulirkan Pemprov Jatim akan terus diselaraskan dengan program kebijakan pemerintah pusat.  

“Semua akan segara kita lakukan percepatan sesuai instruksi presiden bahwa ada empat fokus APBN tahun anggaran 2021. Pertama, bidang kesehatan. Kedua, perlindungan sosial bagi kelompok miskin dan rentan. Tiga, pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk dukungan usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) dan dunia usaha. Keempat, reformasi struktural pada bidang kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial yang akan segera dibelanjakan dan dimanfaatkan dana yang sudah ditransfer oleh pemerintah pusat,” jelas Khofifah.

DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun berdasarkan keputusan presiden mengenai rincian anggaran belanja pemerintah pusat. DIPA berfungsi sebagai dasar pelaksanaan anggaran setelah mendapat pengesahan dari menteri keuangan. 

Adapun TKDD adalah dana alokasi transfer dari pemerintah pusat ke 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pemprov Jatim sendiri menerima TKDD senilai Rp 76,6 triliun dan dana desa senilai Rp 7,6 triliun.

Pada penyerahan DIPA dan TKDD Tahun 2021, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa fokus APBN tahun 2021 di antaranya untuk kesehatan, pemulihan ekonomi nasional, perlindungan sosial, dan reformasi struktural. “Vaksinasi dilakukan, pemulihan kesehatan dan perekonomian dilaksanakan, bantuan sosial segera disalurkan kepada masyarakat penerima, sehingga perekonomian bergerak, dan kita bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi.

Jokowi berpesan agar kementerian, lembaga, dan kepala daerah segera bergerak cepat untuk melaksanakan dan membelanjakan setelah DIPA dan TKDD diterima. “Setelah DIPA dan TKDD diserahkan, kementerian, lembaga, dan kepala daerah harus segera memanfaatkan dan  harus segera membelanjakan untuk dapat  menggerakkan ekonomi kita,” tuturnya.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar kementerian atau lembaga juga melakukan reformasi anggaran dengan memegang prinsip cermat, efektif, dan efesien. “Tugas utama kita adalah membantu masyarakat. Setiap rupiah uang rakyat harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya. (mus/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/