alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Errol Jonathans Berpulang, Jatim Kehilangan Tokoh Jurnalistik

SURABAYA – Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Salah satu tokoh pers di Jawa Timur, Direktur Utama Radio Suara Surabaya Errol Jonathans meninggal dunia, Selasa (25/5).

Errol menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 11.06 WIB, Selasa (25/5), di rumah sakit (RS) Husada Utama Surabaya.

Atas wafatnya Errol, Ketua PWI Jatim, Ainur Rochim mengatakan merasa kehilangan. Karena semasa hidupnya, Errol tak hanya seorang senior di dunia jurnalistik, tapi juga guru yang mengajarkan tentang integritas dan dedikasi kepada profesi.

“Mas Errol mengajarkan kepada kami wartawan-wartawan muda bagaimana menghargai profesi dan juga mengajarkan bagaimana mengelola sebuah bisnis media massa,” kata Air, sapaan akrab Ainur Rochim.

Errol, panggilan akrabnya, pernah mengenyam pendidikan di Akademi Wartawan Surabaya (AWS).

Pria berusaia 63 tahun ini mengawali karier jurnalistik dengan bekerja di Radio Arjuno, kemudian pindah di Pos Kota sebagai koresponden Jawa Timur sebagai wartawan.

Setelah itu, ia bergabung dengan Radio Suara Surabaya tahun 1986 sebagai reporter dan penyiar. Puncak karirnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama di radio kebanggan warga Surabaya dan Jawa Timur itu.

Radio yang dikelola dengan frekuensi lokal 100 FM itu bertumbuh menjadi komunitas dengan konsep citizen journalism yang digagas Errol. Ribuan citizen journalist ikut berpartisipasi dalam perjalanan udara mereka yang menginjak usia 37 tahun. (rak)

SURABAYA – Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Salah satu tokoh pers di Jawa Timur, Direktur Utama Radio Suara Surabaya Errol Jonathans meninggal dunia, Selasa (25/5).

Errol menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 11.06 WIB, Selasa (25/5), di rumah sakit (RS) Husada Utama Surabaya.

Atas wafatnya Errol, Ketua PWI Jatim, Ainur Rochim mengatakan merasa kehilangan. Karena semasa hidupnya, Errol tak hanya seorang senior di dunia jurnalistik, tapi juga guru yang mengajarkan tentang integritas dan dedikasi kepada profesi.

“Mas Errol mengajarkan kepada kami wartawan-wartawan muda bagaimana menghargai profesi dan juga mengajarkan bagaimana mengelola sebuah bisnis media massa,” kata Air, sapaan akrab Ainur Rochim.

Errol, panggilan akrabnya, pernah mengenyam pendidikan di Akademi Wartawan Surabaya (AWS).

Pria berusaia 63 tahun ini mengawali karier jurnalistik dengan bekerja di Radio Arjuno, kemudian pindah di Pos Kota sebagai koresponden Jawa Timur sebagai wartawan.

Setelah itu, ia bergabung dengan Radio Suara Surabaya tahun 1986 sebagai reporter dan penyiar. Puncak karirnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama di radio kebanggan warga Surabaya dan Jawa Timur itu.

Radio yang dikelola dengan frekuensi lokal 100 FM itu bertumbuh menjadi komunitas dengan konsep citizen journalism yang digagas Errol. Ribuan citizen journalist ikut berpartisipasi dalam perjalanan udara mereka yang menginjak usia 37 tahun. (rak)

Most Read

Berita Terbaru


/