alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Ampel Terapkan Sistem Buka Tutup Jika Ada Lonjakan Peziarah

SURABAYA – Selama sebulan, Wisata Religi Sunan Ampel ditutup untuk umum, dikarenakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kini aktivitas peziarah kembali berjalan seperti sedia kala. Namun ditengah penerapan new normal di Kota Surabaya para peziarah wajib menaati protokol kesehatan secara ketat. 

Juru Kunci Wisata Religi Sunan Ampel Baidhowi mengatakan, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Selain diminta memakai masker, sebelum memasuki area makam, pengunjung juga diminta untuk masuk ke bilik disinfektan yang disediakan oleh pengelola. “Aktivitas kini sudah kembali normal sejak tanggal 1 Juni, mulai pembukaan Makam Sunan Ampel, penyelenggaraan pengajian, hingga kegiatan keagamaan lainnya,” katanya.

 Baidowi menuturkan, pengunjung sudah mulai berdatangan, namun kebanyakan dari wilayah Surabaya, untuk yang di luar Surabaya masih belum terlalu signifikan tingkat kunjungannya. “Jadi, pengunjung yang datang masih sepi. Dalam sehari, tidak lebih dari 500 orang yang datang,” imbuhnya.

Baidowi menjelaskan, saat ini peziarah yang datang sudah terbilang sadar akan menjaga diri dari bahaya virus Covid-19 tersebut. Peziaran sudah mematuhi protap, minimal menggunakan masker. Namun untuk penyemprotan disinfektan, telah dilakukan oleh pengurus. Terhitung rutin penyemprotan dengan cairan disinfektan dilakukan untuk menekan potensi penularan virus corona ini.

Untuk menghadapi lonjakan jumlah peziarah pihaknya sudah membuat skema penerapan buka-tutup makam. Jika peziarah yang berada di dalam area makam telah mencapai 1.000 orang lebih, makam pun akan ditutup sementara. “Menunggu sampai lokasi makam kembali lengang. Untuk menghindari kerumunan orang atau desak-desakan, pengunjung diimbau untuk menjauh dari area makam atau sementara menunggu di luar area kawasan,” tegasnya.

Pihaknya juga melakukan penutupan semua pintu masuk masjid pada pukul 21.00, semua pintu utama masuk masjid ditutup. Sehingga tidak ada satu pun peziarah yang diperbolehkan beribadah di dalam ruang utama masjid. Mereka hanya diperbolehkan berada di teras masjid. ’’Kalau masjid dibuka 24 jam, akan banyak pengunjung yang tidur secara bergerombol di dalam,’’pungkasnya. (rmt/nur)

 

SURABAYA – Selama sebulan, Wisata Religi Sunan Ampel ditutup untuk umum, dikarenakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kini aktivitas peziarah kembali berjalan seperti sedia kala. Namun ditengah penerapan new normal di Kota Surabaya para peziarah wajib menaati protokol kesehatan secara ketat. 

Juru Kunci Wisata Religi Sunan Ampel Baidhowi mengatakan, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Selain diminta memakai masker, sebelum memasuki area makam, pengunjung juga diminta untuk masuk ke bilik disinfektan yang disediakan oleh pengelola. “Aktivitas kini sudah kembali normal sejak tanggal 1 Juni, mulai pembukaan Makam Sunan Ampel, penyelenggaraan pengajian, hingga kegiatan keagamaan lainnya,” katanya.

 Baidowi menuturkan, pengunjung sudah mulai berdatangan, namun kebanyakan dari wilayah Surabaya, untuk yang di luar Surabaya masih belum terlalu signifikan tingkat kunjungannya. “Jadi, pengunjung yang datang masih sepi. Dalam sehari, tidak lebih dari 500 orang yang datang,” imbuhnya.

Baidowi menjelaskan, saat ini peziarah yang datang sudah terbilang sadar akan menjaga diri dari bahaya virus Covid-19 tersebut. Peziaran sudah mematuhi protap, minimal menggunakan masker. Namun untuk penyemprotan disinfektan, telah dilakukan oleh pengurus. Terhitung rutin penyemprotan dengan cairan disinfektan dilakukan untuk menekan potensi penularan virus corona ini.

Untuk menghadapi lonjakan jumlah peziarah pihaknya sudah membuat skema penerapan buka-tutup makam. Jika peziarah yang berada di dalam area makam telah mencapai 1.000 orang lebih, makam pun akan ditutup sementara. “Menunggu sampai lokasi makam kembali lengang. Untuk menghindari kerumunan orang atau desak-desakan, pengunjung diimbau untuk menjauh dari area makam atau sementara menunggu di luar area kawasan,” tegasnya.

Pihaknya juga melakukan penutupan semua pintu masuk masjid pada pukul 21.00, semua pintu utama masuk masjid ditutup. Sehingga tidak ada satu pun peziarah yang diperbolehkan beribadah di dalam ruang utama masjid. Mereka hanya diperbolehkan berada di teras masjid. ’’Kalau masjid dibuka 24 jam, akan banyak pengunjung yang tidur secara bergerombol di dalam,’’pungkasnya. (rmt/nur)

 

Most Read

Berita Terbaru


/