alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Masuk Level 1 Versi Kemenkes

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengumumkan sebanyak 19 kabupaten/kota di wilayah setempat masuk level 1 berdasarkan hasil asesmen situasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

“Level 1 mengalami peningkatan dari asesmen 14 September 2021 dan 19 September 2021. Sebelumnya, terdapat 10 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa.

Rincian 19 kabupaten/kota yang masuk level 1, yakni Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik dan Banyuwangi. Kemudian, Kota Surabaya, Pasuruan, Kediri, dan Kota Batu.

Kemudian, per 19 September 2021 yang dirilis pada 20 September 2021, seluruh daerah di Jatim tercatat sudah keluar dari PPKM level 4 dan 3.

Dengan demikian, untuk level 2 juga terdapat pada 19 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar dan Bangkalan. Selanjutnya, Kota Probolinggo, Mojokerto, Malang, Madiun, dan Blitar.

Sementara, berdasarkan situasi COVID-19 di tingkat provinsi, Jatim masih menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa – Bali yang berada pada level 1.

Atas capaian tersebut, Gubernur Khofifah kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat.

Tak hanya pemprov, tetapi forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat yang telah bersama-sama ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19 di Jatim.

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan bahwa asesmen yang dilakukan Kemenkes berdasarkan hasil enam parameter, meliputi kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, kematian, testing, tracing, dan treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi standar, baik dari WHO maupun Kemenkes.

Kendati demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Ini penting, karena kedisiplinan menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan COVID-19,” tukas orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut. (antara/rek)


SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengumumkan sebanyak 19 kabupaten/kota di wilayah setempat masuk level 1 berdasarkan hasil asesmen situasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

“Level 1 mengalami peningkatan dari asesmen 14 September 2021 dan 19 September 2021. Sebelumnya, terdapat 10 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa.

Rincian 19 kabupaten/kota yang masuk level 1, yakni Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik dan Banyuwangi. Kemudian, Kota Surabaya, Pasuruan, Kediri, dan Kota Batu.

Kemudian, per 19 September 2021 yang dirilis pada 20 September 2021, seluruh daerah di Jatim tercatat sudah keluar dari PPKM level 4 dan 3.

Dengan demikian, untuk level 2 juga terdapat pada 19 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar dan Bangkalan. Selanjutnya, Kota Probolinggo, Mojokerto, Malang, Madiun, dan Blitar.

Sementara, berdasarkan situasi COVID-19 di tingkat provinsi, Jatim masih menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa – Bali yang berada pada level 1.

Atas capaian tersebut, Gubernur Khofifah kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat.

Tak hanya pemprov, tetapi forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat yang telah bersama-sama ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19 di Jatim.

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan bahwa asesmen yang dilakukan Kemenkes berdasarkan hasil enam parameter, meliputi kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, kematian, testing, tracing, dan treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi standar, baik dari WHO maupun Kemenkes.

Kendati demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Ini penting, karena kedisiplinan menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan COVID-19,” tukas orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut. (antara/rek)



Most Read

Berita Terbaru