alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Ditangkap di Bantul, Penendang Sesajen di Semeru Ditetapkan Jadi Tersangka

spot_img

SURABAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan pria berinisial HF yang merupakan pelaku penendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

“Status yang bersangkutan sudah sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat merilis kasus tersebut di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (14/1).

HF ditangkap di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (13/1) malam, pukul 22.30 WIB. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Polres Lumajang, Ditreskrimum Polda Jatim, dan Tim dari Ditreskrimum Polda D.I.Y yang dipimpin Direktur Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi.

“HF berhasil diamankan di daerah Bantul tadi malam sekitar pukul 22 30 WIB tanpa perlawanan. Kemudian setelah dilakukan koordinasi, kami bawa ke Polda Jawa Timur dan tadi pagi sekitar pukul 04.30 WIB sudah sampai di Polda Jatim,” ujar Gatot.

Perwira menengah Polri itu menyatakan Kabupaten Bantul merupakan kediaman HF. Namun tersangka yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan di jalan raya di Kecamatan Banguntapan.

Gatot mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait HF saat di Semeru bertindak sebagai relawan atau bukan. “Masih dalam pendalaman. Kami masih melakukan pemeriksaan,” ucap dia.

“Untuk konstruksi hukumnya, pasal yang kami kenakan adalah Pasal 156 dan 158 KUHP. Untuk proses pemeriksaan dilaksanakan di Polda Jatim,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menyampaikan dari keterangan awal tersangka, ponsel yang digunakan untuk merekam kejadian yang kemudian viral itu adalah milik tersangka sendiri. Termasuk yang mengunggah video tersebut ke media sosial adalah tersangka sendiri.

“Jadi yang digunakan menurut keterangan awal dari tersangka handphone yang bersangkutan. Kemudian dia minta bantuan teman yang di lokasi itu untuk mengambil dan mevideokan. Hasil video itu diunggah ke grup WA,” katanya.

Dikonfirmasi soal motif tersangka melakukan penendangan tersebut, ia menyatakan jika hal itu karena spontanitas berdasar pemahaman keyakinan tersangka. “Sementara karena spontanitas karena pemahaman keyakinan saja. Barang bukti yang (disita) pertama saja yang di lokasi hasil olah TKP. Yang kedua rekaman video dan ponselnya. Tersangka yang lain nanti akan menyusul,” tutur dia.

Terpisah, tersangka HF menyatakan permintaan maafnya pada masyarakat Indonesia atas perbuatannya itu. Namun, ia tak menjelaskan motif tindakannya. “Seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, kiranya apa yang kami lakukan dalam video itu dapat menyinggung perasaan saudara, kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” kata dia.

Sebelumnya, viral video seorang memakai rompi hitam memaki pemakaian sesajen di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Dalam video tersebut, ia membuang sesajen di depannya, bahkan ada yang ditendang.

Akibat tindakannya yang divideokan dan viral di media sosial itu, DPD Prajaniti Hindu Indonesia Jawa Timur melaporkan HF ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, pada Senin (10/1). (antara/jay)

SURABAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan pria berinisial HF yang merupakan pelaku penendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

“Status yang bersangkutan sudah sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat merilis kasus tersebut di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (14/1).

HF ditangkap di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (13/1) malam, pukul 22.30 WIB. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Polres Lumajang, Ditreskrimum Polda Jatim, dan Tim dari Ditreskrimum Polda D.I.Y yang dipimpin Direktur Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi.

“HF berhasil diamankan di daerah Bantul tadi malam sekitar pukul 22 30 WIB tanpa perlawanan. Kemudian setelah dilakukan koordinasi, kami bawa ke Polda Jawa Timur dan tadi pagi sekitar pukul 04.30 WIB sudah sampai di Polda Jatim,” ujar Gatot.

Perwira menengah Polri itu menyatakan Kabupaten Bantul merupakan kediaman HF. Namun tersangka yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan di jalan raya di Kecamatan Banguntapan.

Gatot mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait HF saat di Semeru bertindak sebagai relawan atau bukan. “Masih dalam pendalaman. Kami masih melakukan pemeriksaan,” ucap dia.

“Untuk konstruksi hukumnya, pasal yang kami kenakan adalah Pasal 156 dan 158 KUHP. Untuk proses pemeriksaan dilaksanakan di Polda Jatim,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menyampaikan dari keterangan awal tersangka, ponsel yang digunakan untuk merekam kejadian yang kemudian viral itu adalah milik tersangka sendiri. Termasuk yang mengunggah video tersebut ke media sosial adalah tersangka sendiri.

“Jadi yang digunakan menurut keterangan awal dari tersangka handphone yang bersangkutan. Kemudian dia minta bantuan teman yang di lokasi itu untuk mengambil dan mevideokan. Hasil video itu diunggah ke grup WA,” katanya.

Dikonfirmasi soal motif tersangka melakukan penendangan tersebut, ia menyatakan jika hal itu karena spontanitas berdasar pemahaman keyakinan tersangka. “Sementara karena spontanitas karena pemahaman keyakinan saja. Barang bukti yang (disita) pertama saja yang di lokasi hasil olah TKP. Yang kedua rekaman video dan ponselnya. Tersangka yang lain nanti akan menyusul,” tutur dia.

Terpisah, tersangka HF menyatakan permintaan maafnya pada masyarakat Indonesia atas perbuatannya itu. Namun, ia tak menjelaskan motif tindakannya. “Seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, kiranya apa yang kami lakukan dalam video itu dapat menyinggung perasaan saudara, kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” kata dia.

Sebelumnya, viral video seorang memakai rompi hitam memaki pemakaian sesajen di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Dalam video tersebut, ia membuang sesajen di depannya, bahkan ada yang ditendang.

Akibat tindakannya yang divideokan dan viral di media sosial itu, DPD Prajaniti Hindu Indonesia Jawa Timur melaporkan HF ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, pada Senin (10/1). (antara/jay)

Most Read

Berita Terbaru