alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Perlancar Umroh, Jatim Minta Ada Koneksivitas Vaksinasi ke Arab Saudi

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa TImur (Pemprov Jatim) meminta adanya konektivitas vaksinasi yang telah dilakukan masyarakat dengan aplikasi di Arab Saudi, tujuannya untuk mempermudah jamaah dari Indonesia melakukan ibadah umroh.

Permintaan itu, diajukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi di Surabaya.
“Beliau menyampaikan bahwa dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan kita. Supaya bisa dibangun koneksi bagaimana vaksinasi COVID-19 yang telah diterima oleh masyarakat di Indonesia bisa terkoneksi dengan aplikasi di Arab Saudi,” kata Khofifah, dalam siaran persnya di Surabaya, Selasa.
Sementara itu, Essam bin Abed al-Thaqafi mengungkapkan bahwa di Arab Saudi menggunakan vaksin merek Astra Zeneca, Pfizer, Moderna dan Jhonson & Jhonson.
Namun demikian, Khofifah menjelaskan bahwa masyarakat Jatim juga banyak yang menggunakan vaksin AstraZeneca, yaitu sekitar 1,5 juta orang.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, masyarakat di Jawa Timur telah terlebih dahulu menggunakan vaksin Astra Zeneca sebelum digunakan oleh provinsi lainnya.
“Tapi beliau tadi juga menyampaikan secara spesifik bahwa vaksin Sinovac juga sudah disetujui organisasi kesehatan dunia atau WHO. Jadi sudah tidak ada masalah. Tapi Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.
Essam bin Abed al-Thaqafi mengaku senang kunjungannya di Jawa Timur mendapatkan sambutan luar biasa. “Alhamdulillah, kami hari ini rombongan dari kedutaan dijamu dengan baik. Kami tadi telah membicarakan banyak hal,” katanya.
Selain membahas tentang rencana pembukaan haji dan umrah, dalam pertemuan itu juga ada rencana pembukaan kantor konsulat Arab Saudi di Surabaya.
“Kami ingin segera merealisasikan pembukaan kantor konsulat di Surabaya. Kami juga akan berusaha meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan. Semoga pandemi COVID-19 segera mereda dan semua bisa pulih dan normal, sehingga realisasi kegiatan yang telah kami bicarakan tidak terhambat,” ucapnya. (antara/jay)

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa TImur (Pemprov Jatim) meminta adanya konektivitas vaksinasi yang telah dilakukan masyarakat dengan aplikasi di Arab Saudi, tujuannya untuk mempermudah jamaah dari Indonesia melakukan ibadah umroh.

Permintaan itu, diajukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi di Surabaya.
“Beliau menyampaikan bahwa dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan kita. Supaya bisa dibangun koneksi bagaimana vaksinasi COVID-19 yang telah diterima oleh masyarakat di Indonesia bisa terkoneksi dengan aplikasi di Arab Saudi,” kata Khofifah, dalam siaran persnya di Surabaya, Selasa.
Sementara itu, Essam bin Abed al-Thaqafi mengungkapkan bahwa di Arab Saudi menggunakan vaksin merek Astra Zeneca, Pfizer, Moderna dan Jhonson & Jhonson.
Namun demikian, Khofifah menjelaskan bahwa masyarakat Jatim juga banyak yang menggunakan vaksin AstraZeneca, yaitu sekitar 1,5 juta orang.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, masyarakat di Jawa Timur telah terlebih dahulu menggunakan vaksin Astra Zeneca sebelum digunakan oleh provinsi lainnya.
“Tapi beliau tadi juga menyampaikan secara spesifik bahwa vaksin Sinovac juga sudah disetujui organisasi kesehatan dunia atau WHO. Jadi sudah tidak ada masalah. Tapi Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.
Essam bin Abed al-Thaqafi mengaku senang kunjungannya di Jawa Timur mendapatkan sambutan luar biasa. “Alhamdulillah, kami hari ini rombongan dari kedutaan dijamu dengan baik. Kami tadi telah membicarakan banyak hal,” katanya.
Selain membahas tentang rencana pembukaan haji dan umrah, dalam pertemuan itu juga ada rencana pembukaan kantor konsulat Arab Saudi di Surabaya.
“Kami ingin segera merealisasikan pembukaan kantor konsulat di Surabaya. Kami juga akan berusaha meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan. Semoga pandemi COVID-19 segera mereda dan semua bisa pulih dan normal, sehingga realisasi kegiatan yang telah kami bicarakan tidak terhambat,” ucapnya. (antara/jay)


Most Read

Berita Terbaru