27 C
Surabaya
Monday, January 30, 2023

Tiga Perampok Rumdis Wali Kota Blitar Dibekuk, Rencanakan Aksi di Lapas Sragen

Buru Dua Orang DPO Oki Supriadi dan Medi Aprianto

SURABAYA – Tiga orang perampok rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso, berhasil dibekuk polisi. Mereka dicokok setelah dikejar selama 24 hari. Sementara dua pelaku lain yang belum tertangkap telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Ketiga tersangka yang sudah dicokok adalah Mujiadi (MJ) alias NT, 53, warga Kelurahan Sidomulyo Pronojiwo, Lumajang; Asmuri (ASM), 53, warga Jalan Bangun Nusa, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, atau Gunung Agung, Sekampung Udik, Lampung, dan Ali (AJ), 57, warga Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Sengon, Jombang.

“Saat ini kami masih proses pengembangan, karena belum berhenti,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, saat rilis penangkapan di depan awak media, Kamis (12/1).

Jenderal polisi bintang dua itu menambahkan, selain menangkap ketiga pelaku, tim Jatanras Polda Jatim juga menangkap satu orang DPO kasus narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berinisial SL yang saat itu berada di salah satu penginapan salah satu tersangka.

Di tempat yang sama, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menyatakan, kasus perampokan berani di rumah dinas Wali Kota Blitar itu baru terungkap 24 hari setelah kejadian karena pelaku selalu berpindah-pindah tempat dan cukup lihai melarikan diri.

Baca Juga :  Hilir Brantas Tercemar Limbah Industri

Menurut Totok, tersangka pertama yang diringkus adalah MJ alias NT di salah satu penginapan di Bandung, Jumat (6/1). “Perannya sebagai otak pencurian. Dia merencanakan sejak di Lapas Sragen. Kemudian dia mengajak empat pelaku lainnya,” ucapnya.

RESIDIVIS: Komplotan perampok rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso diamankan di Polda Jawa Timur, Kamis (12/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Ia melanjutkan, NT juga merupakan orang yang membeli mobil Toyota Kijang Innova sebagai sarana kejahatan. Ia pula yang menyiapkan plat merah palsu dan membuka pintu pagar dan pertama kali masuk.

“Uang yang diperoleh Rp 730 juta dari (hasil perampokan) rumah wali kota Blitar. Yang bersangkutan ambil Rp 140 juta, dan tiga buah jam tangan Guess,” terangnya.

Diterangkan Totok, saat ditangkap di Bandung, tersangka juga bersama tersangka DPO Polres Pelabuhan Tanjung Perak atas kasus narkoba yakni SL dengan barang bukti 3 kilogram sabu. Untuk tersangka DPO narkoba SL telah diserahkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara tersangka kedua, AJ, diringkus di salah satu SPBU di Jombang. Tersangka mengaku melakukan perampokan diajak NT. AJ berperan membangunkan petugas Satpol PP yang jaga di pos, kemudian mengancam dan mengikat mereka menggunakan tali sepatu.

Usai merampok, AJ mendapatkan bagian Rp 100 juta. Dia juga kabur berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. “Untuk tersangka AS ditangkap di Medan saat di kos adiknya. Dia diajak NT dan dapat bagian Rp 125 juta, kalung 10 gram, dan gelang 10 gram,” bebernya.

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan 3 Kapolda di Jatim, DKI dan Sumut Tak Terlibat Ferdy Sambo
RILIS: Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto dan jajaran menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembobolan rumah dinas Wali Kota Blitar yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (12/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Perwira menengah dengan tiga melati di pundak ini melanjutkan, dari tersangka NT disita 3 buah senjata api yang dipakai saat beraksi. Juga diamankan sisa uang dari tiga tersangka Rp 230 juta. “Dua tersangka lain sudah ditetapkan DPO. Mereka atas nama Oki Supriadi dan Medi Aprianto,” tegasnya.

Kelima tersangka selain merampok di rumah dinas wali kota Blitar, ternyata juga melakukan curas di salah satu gudang distributor Gudang Garam di Pasuruan pada pertengahan November 2022. Akibat aksi tersangka, pihak perusahaan mengalami kerugian Rp 200 juta.

Untuk NT merupakan residivis kasus serupa. Dia sudah lima kali masuk penjara. Untuk ASM pernah ditahan tiga kali kasus serupa di Lapas Jayapura, Sragen, dan Madiun. Sedlangkan AJ pernah ditahan tiga kali di Lapas Sidoarjo, Gresik dan Demak.

“Proses pengembangan masih berlanjut. Untuk senpi dibeli dengan harga Rp 30 juta dari seseorang (masih didalami) ditemukan di kos NT alias MJ,” jelasnya. Akibat ulahnya, tersangka dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (rus/jay)

Buru Dua Orang DPO Oki Supriadi dan Medi Aprianto

SURABAYA – Tiga orang perampok rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso, berhasil dibekuk polisi. Mereka dicokok setelah dikejar selama 24 hari. Sementara dua pelaku lain yang belum tertangkap telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Ketiga tersangka yang sudah dicokok adalah Mujiadi (MJ) alias NT, 53, warga Kelurahan Sidomulyo Pronojiwo, Lumajang; Asmuri (ASM), 53, warga Jalan Bangun Nusa, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, atau Gunung Agung, Sekampung Udik, Lampung, dan Ali (AJ), 57, warga Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Sengon, Jombang.

“Saat ini kami masih proses pengembangan, karena belum berhenti,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, saat rilis penangkapan di depan awak media, Kamis (12/1).

Jenderal polisi bintang dua itu menambahkan, selain menangkap ketiga pelaku, tim Jatanras Polda Jatim juga menangkap satu orang DPO kasus narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berinisial SL yang saat itu berada di salah satu penginapan salah satu tersangka.

Di tempat yang sama, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menyatakan, kasus perampokan berani di rumah dinas Wali Kota Blitar itu baru terungkap 24 hari setelah kejadian karena pelaku selalu berpindah-pindah tempat dan cukup lihai melarikan diri.

Baca Juga :  Ulama Berikan Komentar Menyejukkan, Jangan Memanaskan Situasi

Menurut Totok, tersangka pertama yang diringkus adalah MJ alias NT di salah satu penginapan di Bandung, Jumat (6/1). “Perannya sebagai otak pencurian. Dia merencanakan sejak di Lapas Sragen. Kemudian dia mengajak empat pelaku lainnya,” ucapnya.

RESIDIVIS: Komplotan perampok rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso diamankan di Polda Jawa Timur, Kamis (12/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Ia melanjutkan, NT juga merupakan orang yang membeli mobil Toyota Kijang Innova sebagai sarana kejahatan. Ia pula yang menyiapkan plat merah palsu dan membuka pintu pagar dan pertama kali masuk.

“Uang yang diperoleh Rp 730 juta dari (hasil perampokan) rumah wali kota Blitar. Yang bersangkutan ambil Rp 140 juta, dan tiga buah jam tangan Guess,” terangnya.

Diterangkan Totok, saat ditangkap di Bandung, tersangka juga bersama tersangka DPO Polres Pelabuhan Tanjung Perak atas kasus narkoba yakni SL dengan barang bukti 3 kilogram sabu. Untuk tersangka DPO narkoba SL telah diserahkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara tersangka kedua, AJ, diringkus di salah satu SPBU di Jombang. Tersangka mengaku melakukan perampokan diajak NT. AJ berperan membangunkan petugas Satpol PP yang jaga di pos, kemudian mengancam dan mengikat mereka menggunakan tali sepatu.

Usai merampok, AJ mendapatkan bagian Rp 100 juta. Dia juga kabur berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. “Untuk tersangka AS ditangkap di Medan saat di kos adiknya. Dia diajak NT dan dapat bagian Rp 125 juta, kalung 10 gram, dan gelang 10 gram,” bebernya.

Baca Juga :  Diduga Motif Cemburu, Pembunuh Mahasiswa Kedokteran di Malang Ditangkap
RILIS: Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto dan jajaran menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembobolan rumah dinas Wali Kota Blitar yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (12/1). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Perwira menengah dengan tiga melati di pundak ini melanjutkan, dari tersangka NT disita 3 buah senjata api yang dipakai saat beraksi. Juga diamankan sisa uang dari tiga tersangka Rp 230 juta. “Dua tersangka lain sudah ditetapkan DPO. Mereka atas nama Oki Supriadi dan Medi Aprianto,” tegasnya.

Kelima tersangka selain merampok di rumah dinas wali kota Blitar, ternyata juga melakukan curas di salah satu gudang distributor Gudang Garam di Pasuruan pada pertengahan November 2022. Akibat aksi tersangka, pihak perusahaan mengalami kerugian Rp 200 juta.

Untuk NT merupakan residivis kasus serupa. Dia sudah lima kali masuk penjara. Untuk ASM pernah ditahan tiga kali kasus serupa di Lapas Jayapura, Sragen, dan Madiun. Sedlangkan AJ pernah ditahan tiga kali di Lapas Sidoarjo, Gresik dan Demak.

“Proses pengembangan masih berlanjut. Untuk senpi dibeli dengan harga Rp 30 juta dari seseorang (masih didalami) ditemukan di kos NT alias MJ,” jelasnya. Akibat ulahnya, tersangka dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (rus/jay)

Most Read

Berita Terbaru