alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Kota Blitar Jadi Tempat Pertama Uji Coba PPKM Level 1 Jawa – Bali

SURABAYA  – Berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan anggal 5 Oktober, Jawa Timur merupakan daerah yang telah masuk assessment level 1. Kemudian 24 Kabupaten Kota di Jatim masuk Asesment level 1 dan 14 Kabupaten Kota masuk asesmen level 2 di Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan terdapat penyesuaian regulasi dalam Inmendagri 47/2021, yakni penerapan level PPKM tidak hanya berdasarkan asesmen Kemenkes saja. Melainkan juga ada syarat baru yakni capaian vaksinasi secara umum, vaksinasi lansia dan penilaian berbasis aglomerasi yakni daerah aglomerasi level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan mengikuti daerah aglomerasi dengan pencapaian terendah.

“Dengan penilaian baru tersebut, maka  semestinya terdapat tiga wilayah di Jawa Timur yang masuk ke PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri 47 Tahun 2021. Yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto dan Kota Blitar,” ujarnya, Jumat (8/10).

Hal ini berdasarkan kriteria cakupan vaksinasi Kota Surabaya dosis 1 sebesar 108.6 persen, dosis 2 sebesar 76.36 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 92.15 persen dan dosis 2 sebesar 80.35 persen. Sementara cakupan vaksinasi di Kota Mojokerto untuk dosis 1 sebesar 129.71 persen, dosis 2 sebesar 83.94 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 66.84 persen, dan dosis 2 sebesar 53.84 persen.

“Namun karena Kota Surabaya dan Mojokerto masuk dalam wilayah aglomerasi. Maka sesuai dengan regulasi baru di  Inmendagri, maka level PPKM kota Surabaya dan Kota Mojokerto mengikuti pencapaian  kumulatif  vaksinasi daerah aglomerasi,” katanya.

Hal ini mengakibatkan dua kota ini meskipun menurut asesmen level Kemenkes dan PPKM Level seharusnya  masuk level 1 tetapi karena dihitung secara aglomerasi  menurut PPKM Level berdasarkan Inmendagri 47 tahun 2021 dengan pendekatan aglomerasi yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, maka Surabaya dan Kota Mojokerto  masuk dalam penerapan PPKM level 3 meski  secara kriteria daerah seharusnya  kedua daerah tersebut masuk level 1.

Dengan demikian, maka didapatkan bahwa hanya Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang  juga  satu-satunya kota yang dipilih pemerintah pusat sebagai daerah uji coba penerapan PPKM Level 1 new normal dalam perpanjangan hingga 18 Oktober mendatang.  Uji coba dilakukan karena telah memenuhi syarat indikator asesmen Kemenkes untuk masuk level 1, ditambah dengan syarat baru dari Inmendagri nomor 47 yakni cakupan vaksinasi dosis 1 yang sudah lebih dari 70 persen dan dosis satu lansia lebih dari 60 persen.

Berdasarkan Dashboard SI Satu Data Covid-19 KCPEN per 6 Oktober 2021, pukul 18.00 WIB, data cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Blitar mencapai 97.92 persen dosis 1 dan 63.88 persen dosis 2. Sementara untuk vaksinasi lansia pada dosis 1 mencapai 67,19 persen dan dosis 2 mencapai 52,13 persen. Selain vaksinasi, berdasarkan data di laman covid19.blitarkota.go.id pukul 19.25 WIB, total kasus positif Covid-19 di Kota Blitar sebanyak 6.972.

Sementara jumlah total kasus sembuh sebanyak 6.701. Kemudian untuk kasus kematian, totalnya sebanyak 263. Dengan demikian, saat ini di Kota Blitar hanya terdapat 8 kasus aktif. Data tersebut merupakan data terkini yang di update Dinas Kesehatan Kota Blitar per tanggal 4 Oktober.

Lebih lanjut Mantan Menteri Sosial ini mengatakan uji coba ini akan tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing dan treatment (3T), serta peningkatan disiplin protokol kesehatan.  Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai petunjuk pemerintah  pusat juga telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri para pakar pada bidangnya untuk memantau penerapan PPKM Level 1 new normal.

“Task force ini akan tinggal sementara waktu di Blitar untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Sebab, apabila penerapan PPKM Level 1 new normal di Kota Blitar ini nanti berhasil, pemerintah akan memperluasnya ke kota-kota yang masuk PPKM Level 1,” karenanya.

Khofifah juga terus mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Menurutnya ini penting, untuk melindungi diri dan orang di sekitar dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan do’a terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan makin melandai,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim. Sekali lagi mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Tetap pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari kerumunan. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (mus/jay)


SURABAYA  – Berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan anggal 5 Oktober, Jawa Timur merupakan daerah yang telah masuk assessment level 1. Kemudian 24 Kabupaten Kota di Jatim masuk Asesment level 1 dan 14 Kabupaten Kota masuk asesmen level 2 di Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan terdapat penyesuaian regulasi dalam Inmendagri 47/2021, yakni penerapan level PPKM tidak hanya berdasarkan asesmen Kemenkes saja. Melainkan juga ada syarat baru yakni capaian vaksinasi secara umum, vaksinasi lansia dan penilaian berbasis aglomerasi yakni daerah aglomerasi level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan mengikuti daerah aglomerasi dengan pencapaian terendah.

“Dengan penilaian baru tersebut, maka  semestinya terdapat tiga wilayah di Jawa Timur yang masuk ke PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri 47 Tahun 2021. Yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto dan Kota Blitar,” ujarnya, Jumat (8/10).

Hal ini berdasarkan kriteria cakupan vaksinasi Kota Surabaya dosis 1 sebesar 108.6 persen, dosis 2 sebesar 76.36 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 92.15 persen dan dosis 2 sebesar 80.35 persen. Sementara cakupan vaksinasi di Kota Mojokerto untuk dosis 1 sebesar 129.71 persen, dosis 2 sebesar 83.94 persen, vaksinasi lansia dosis 1 sebesar 66.84 persen, dan dosis 2 sebesar 53.84 persen.

“Namun karena Kota Surabaya dan Mojokerto masuk dalam wilayah aglomerasi. Maka sesuai dengan regulasi baru di  Inmendagri, maka level PPKM kota Surabaya dan Kota Mojokerto mengikuti pencapaian  kumulatif  vaksinasi daerah aglomerasi,” katanya.

Hal ini mengakibatkan dua kota ini meskipun menurut asesmen level Kemenkes dan PPKM Level seharusnya  masuk level 1 tetapi karena dihitung secara aglomerasi  menurut PPKM Level berdasarkan Inmendagri 47 tahun 2021 dengan pendekatan aglomerasi yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, maka Surabaya dan Kota Mojokerto  masuk dalam penerapan PPKM level 3 meski  secara kriteria daerah seharusnya  kedua daerah tersebut masuk level 1.

Dengan demikian, maka didapatkan bahwa hanya Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang  juga  satu-satunya kota yang dipilih pemerintah pusat sebagai daerah uji coba penerapan PPKM Level 1 new normal dalam perpanjangan hingga 18 Oktober mendatang.  Uji coba dilakukan karena telah memenuhi syarat indikator asesmen Kemenkes untuk masuk level 1, ditambah dengan syarat baru dari Inmendagri nomor 47 yakni cakupan vaksinasi dosis 1 yang sudah lebih dari 70 persen dan dosis satu lansia lebih dari 60 persen.

Berdasarkan Dashboard SI Satu Data Covid-19 KCPEN per 6 Oktober 2021, pukul 18.00 WIB, data cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Blitar mencapai 97.92 persen dosis 1 dan 63.88 persen dosis 2. Sementara untuk vaksinasi lansia pada dosis 1 mencapai 67,19 persen dan dosis 2 mencapai 52,13 persen. Selain vaksinasi, berdasarkan data di laman covid19.blitarkota.go.id pukul 19.25 WIB, total kasus positif Covid-19 di Kota Blitar sebanyak 6.972.

Sementara jumlah total kasus sembuh sebanyak 6.701. Kemudian untuk kasus kematian, totalnya sebanyak 263. Dengan demikian, saat ini di Kota Blitar hanya terdapat 8 kasus aktif. Data tersebut merupakan data terkini yang di update Dinas Kesehatan Kota Blitar per tanggal 4 Oktober.

Lebih lanjut Mantan Menteri Sosial ini mengatakan uji coba ini akan tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing dan treatment (3T), serta peningkatan disiplin protokol kesehatan.  Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai petunjuk pemerintah  pusat juga telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri para pakar pada bidangnya untuk memantau penerapan PPKM Level 1 new normal.

“Task force ini akan tinggal sementara waktu di Blitar untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Sebab, apabila penerapan PPKM Level 1 new normal di Kota Blitar ini nanti berhasil, pemerintah akan memperluasnya ke kota-kota yang masuk PPKM Level 1,” karenanya.

Khofifah juga terus mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Menurutnya ini penting, untuk melindungi diri dan orang di sekitar dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan do’a terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan makin melandai,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim. Sekali lagi mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Tetap pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari kerumunan. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (mus/jay)



Most Read

Berita Terbaru