30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Evaluasi PSBB: Sidoarjo dan Gresik Turun, Surabaya Naik Tajam

SURABAYA – Dari hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah positif Covid-19 dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Surabaya meningkat drastis. Sedangkan untuk Sidoarjo dan Gresik mengalami penurunan.

Dari data diketahui jumlah positif Covid-19 hingga Kamis (7/5) di Surabaya ada 592 orang, 1.461 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 2.881 orang dalam pemantauan (ODP). 

Sementara, di Sidoarjo saat ini ada 152 yang positif Covid-19, 214 PDP dan 832 ODP dan di Gresik ada 37 kasus positif, 158 PDP dan 1.135 ODP. Sejak penerapan PSBB mulai Selasa (28/4) hingga Kamis (7/5) jumlah positif  Covid-19 di Surabaya sebanyak 218 orang, di Sidoarjo ada 72 orang dan di Gresik ada 17 orang.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan, epidemologi PSBB masih perlu perhatian, khususnya protokol kesehatan seperti physical distancing, menggunakan masker, menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat) dan memakai alat pelindung diri (APD).

Menurutnya sampai saat ini angka penularan masih cukup tinggi. “Infeksi virus khususnya Surabaya masih sangat menular,” ujarnya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo ini menambahkan kabar baik masih terlihat di Sidoarjo dan Gresik meskipun belum terlalu signifikan. Ia mengatakan jika melihat data-data pasien yang ada evaluasi dari minggu sebelum dan sesudah penerapan PSBB. 

“Kalau kita lihat data lebih detail tidak jelek-jelek amat, dua daerah mengalami penurunan. Jadi, kalau dikatakan tidak membawa hasil itu juga tidak, karena Gresik dan Sidoarjo turun dan flat. Artinya ada hasil,” ungkap Joni.

Meski demikian menurut Joni berdasar aturan penilaian keberhasilan PSBB masih harus ditambah dengan angka kematian perharinya di bawah 5 persen. Saat ini lanjut Joni, angka kematian masih terus naik, di Surabaya naik menjadi 69 orang dari jumlah kemarin 64 orang, Sidoarjo stabil 32 orang dan Gresik stabil 10 orang.

Joni menegaskan PSBB di Surabaya belum maksimal. Ia meminta Pemkot Surabaya untuk lebih serius dan lebih agresif dalam penanganan Covid-19. 

“Khususnya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kita ketahui sejak dimulainya PSBB, Surabaya sudah menyumbangkan 47 persen dari total keseluruhan kasus Covid-19 di Jatim,” jelasnya.

Joni meminta agar masyarakat lebih peduli dan mau untuk menerapkan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan untuk menekan angka peningkatan kasus. Pasalnya saat ini kasus positif belum mencapai puncak. “Prediksi puncaknya akan terjadi di bulan Juni bahkan bisa mundur  kalau warga tidak disiplin,” tegasmya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 yang terkonversi negatif atau sembuh di Jatim terus bertambah. 

Per Kamis (7/5) terdapat lima pasien yang dinyatakan sembuh. “Sehingga sampai saat ini, total ada 210 orang yang sebelumnya positif Covid-19, kini telah sembuh,” katanya. 

Emil mengatakan kelima pasien yang dinyatakan sembuh tersebut berasal dari Kabupaten Lumajang sebanyak 2 pasien, Kabupaten Nganjuk, Tulungagung dan Tuban masing-masing 1 pasien. 

Sementara  jumlah positif Covid-19 di Jatim bertambah 45 orang. “Sehingga secara keseluruhan terdapat 1.265 orang positif Covid-19 di Jatim,” ujarnya.

Untuk ODP di Jatim menjadi 20.759 orang, yang masih dipantau ada 4.853 orang (23,38 persen), kemudian untuk PDP menjadi 3.802 orang, yang masih diawasi ada 1.833 pasien (48,21 orang). Untuk orang yang meninggal karena Covid-19 di Jatim ada 137 orang (10,83 persen). (mus)

SURABAYA – Dari hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah positif Covid-19 dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Surabaya meningkat drastis. Sedangkan untuk Sidoarjo dan Gresik mengalami penurunan.

Dari data diketahui jumlah positif Covid-19 hingga Kamis (7/5) di Surabaya ada 592 orang, 1.461 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 2.881 orang dalam pemantauan (ODP). 

Sementara, di Sidoarjo saat ini ada 152 yang positif Covid-19, 214 PDP dan 832 ODP dan di Gresik ada 37 kasus positif, 158 PDP dan 1.135 ODP. Sejak penerapan PSBB mulai Selasa (28/4) hingga Kamis (7/5) jumlah positif  Covid-19 di Surabaya sebanyak 218 orang, di Sidoarjo ada 72 orang dan di Gresik ada 17 orang.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan, epidemologi PSBB masih perlu perhatian, khususnya protokol kesehatan seperti physical distancing, menggunakan masker, menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat) dan memakai alat pelindung diri (APD).

Menurutnya sampai saat ini angka penularan masih cukup tinggi. “Infeksi virus khususnya Surabaya masih sangat menular,” ujarnya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo ini menambahkan kabar baik masih terlihat di Sidoarjo dan Gresik meskipun belum terlalu signifikan. Ia mengatakan jika melihat data-data pasien yang ada evaluasi dari minggu sebelum dan sesudah penerapan PSBB. 

“Kalau kita lihat data lebih detail tidak jelek-jelek amat, dua daerah mengalami penurunan. Jadi, kalau dikatakan tidak membawa hasil itu juga tidak, karena Gresik dan Sidoarjo turun dan flat. Artinya ada hasil,” ungkap Joni.

Meski demikian menurut Joni berdasar aturan penilaian keberhasilan PSBB masih harus ditambah dengan angka kematian perharinya di bawah 5 persen. Saat ini lanjut Joni, angka kematian masih terus naik, di Surabaya naik menjadi 69 orang dari jumlah kemarin 64 orang, Sidoarjo stabil 32 orang dan Gresik stabil 10 orang.

Joni menegaskan PSBB di Surabaya belum maksimal. Ia meminta Pemkot Surabaya untuk lebih serius dan lebih agresif dalam penanganan Covid-19. 

“Khususnya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kita ketahui sejak dimulainya PSBB, Surabaya sudah menyumbangkan 47 persen dari total keseluruhan kasus Covid-19 di Jatim,” jelasnya.

Joni meminta agar masyarakat lebih peduli dan mau untuk menerapkan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan untuk menekan angka peningkatan kasus. Pasalnya saat ini kasus positif belum mencapai puncak. “Prediksi puncaknya akan terjadi di bulan Juni bahkan bisa mundur  kalau warga tidak disiplin,” tegasmya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 yang terkonversi negatif atau sembuh di Jatim terus bertambah. 

Per Kamis (7/5) terdapat lima pasien yang dinyatakan sembuh. “Sehingga sampai saat ini, total ada 210 orang yang sebelumnya positif Covid-19, kini telah sembuh,” katanya. 

Emil mengatakan kelima pasien yang dinyatakan sembuh tersebut berasal dari Kabupaten Lumajang sebanyak 2 pasien, Kabupaten Nganjuk, Tulungagung dan Tuban masing-masing 1 pasien. 

Sementara  jumlah positif Covid-19 di Jatim bertambah 45 orang. “Sehingga secara keseluruhan terdapat 1.265 orang positif Covid-19 di Jatim,” ujarnya.

Untuk ODP di Jatim menjadi 20.759 orang, yang masih dipantau ada 4.853 orang (23,38 persen), kemudian untuk PDP menjadi 3.802 orang, yang masih diawasi ada 1.833 pasien (48,21 orang). Untuk orang yang meninggal karena Covid-19 di Jatim ada 137 orang (10,83 persen). (mus)

Most Read

Berita Terbaru


/