alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Sehari Ada 20 Kasus Baru, Positivity Rate Naik 9% Pasca-Lebaran

SURABAYA – Angka kasus Covid-19 di Kota Surabaya pascalibur Lebaran naik. Namun, kenaikan kasus Covid-19 masih terkendali. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat, positivity rate Covid-19 saat ini naik sekitar 9 persen.

Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Berdasarkan standar yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka positivity rate Covid-19 seharusnya kurang dari 5 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan meski ada kenaikan namun saat ini kasus Covid-19 masih terkendali. Bahkan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Surabaya tetap terkendali. “Kalau sekarang sekitar 9 persen, harusnya 5 persen, tapi kita terkendali. Insyallah. Surabaya ada kenaikan tapi terkendali,”katanya, Selasa (1/6).

Lanjut dokter gigi yang akrab disapa Feny itu mengungkapkan  kasus Covid-19 yang biasanya sehari itu 16 kasus Covid-19. Saat ini bisa mencapai 20 hingga 21 kasus baru di Surabaya. Sedangkan BOR rumah sakit saat ini sekitar 14 persen. “Sebelum lebaran, BOR di RS sekitar 13 persen, sedangkan pasca lebaran sekitar 14 persen koma sekian,”ungkapnya.

Kenaikan Covid-19 ditemukan pihaknya dari hasil tracing yang masif yang dilakukan oleh 63 puskemas di seluruh Surabaya. Feny menyebutkan kenaikan itu didapati setelah 14 hari lebaran sampai saat ini. “Ketahuannya setelah hasil tracing dan itu dilakukan oleh puskemas,”imbuhnya. Bahkan menurutnya semakin banyak ditemukan kontak erat akan semakin terkendali kasus Covid-19 di Surabaya.

Dirinya mencontohkan seperti yang dilakukan di 18 rusun yang dilakukan swab massal. Rata-rata mereka yang terpapar Covid-19 setelah dari luar kota. Setelah dilakukan swab massal ada 50 orang yang positif Covid-19. Rusun Penjaringan Sari menjadi klaster baru. Ada 25 orang yang positif Covid-19.  “Swab masal terus dilakukan oleh petugas puskesmas sampai tidak libur sampai hari minggu, sampai malam. Rata-rata mereka ada yang habis dari luar kota seperti di rusun Penjaringan Sari,”jelasnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar selalu menaati prokes. “Selain itu prinsip penanganan pandemi covid ini adalah testing, tracing, treatment (3T) dan juga kesadaran masyarakat dalam taat prokes,”imbaunya.

Sementara itu data yang dihimpun Radar Surabaya per hari Senin (31/5) di Asrama Haji Sukolilo sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Jumlah pasien awal 87 orang, pasien masuk 5 orang, sedangkan yang keluar belum ada. Sehingga total 92 orang yang diisolasi di Asrama Haji Sukolilo. Sedangkan pada Selasa (1/6) pasien Covid-19 mengalami kenaikan yakni 101 orang. (rmt)

SURABAYA – Angka kasus Covid-19 di Kota Surabaya pascalibur Lebaran naik. Namun, kenaikan kasus Covid-19 masih terkendali. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat, positivity rate Covid-19 saat ini naik sekitar 9 persen.

Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Berdasarkan standar yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka positivity rate Covid-19 seharusnya kurang dari 5 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan meski ada kenaikan namun saat ini kasus Covid-19 masih terkendali. Bahkan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Surabaya tetap terkendali. “Kalau sekarang sekitar 9 persen, harusnya 5 persen, tapi kita terkendali. Insyallah. Surabaya ada kenaikan tapi terkendali,”katanya, Selasa (1/6).

Lanjut dokter gigi yang akrab disapa Feny itu mengungkapkan  kasus Covid-19 yang biasanya sehari itu 16 kasus Covid-19. Saat ini bisa mencapai 20 hingga 21 kasus baru di Surabaya. Sedangkan BOR rumah sakit saat ini sekitar 14 persen. “Sebelum lebaran, BOR di RS sekitar 13 persen, sedangkan pasca lebaran sekitar 14 persen koma sekian,”ungkapnya.

Kenaikan Covid-19 ditemukan pihaknya dari hasil tracing yang masif yang dilakukan oleh 63 puskemas di seluruh Surabaya. Feny menyebutkan kenaikan itu didapati setelah 14 hari lebaran sampai saat ini. “Ketahuannya setelah hasil tracing dan itu dilakukan oleh puskemas,”imbuhnya. Bahkan menurutnya semakin banyak ditemukan kontak erat akan semakin terkendali kasus Covid-19 di Surabaya.

Dirinya mencontohkan seperti yang dilakukan di 18 rusun yang dilakukan swab massal. Rata-rata mereka yang terpapar Covid-19 setelah dari luar kota. Setelah dilakukan swab massal ada 50 orang yang positif Covid-19. Rusun Penjaringan Sari menjadi klaster baru. Ada 25 orang yang positif Covid-19.  “Swab masal terus dilakukan oleh petugas puskesmas sampai tidak libur sampai hari minggu, sampai malam. Rata-rata mereka ada yang habis dari luar kota seperti di rusun Penjaringan Sari,”jelasnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar selalu menaati prokes. “Selain itu prinsip penanganan pandemi covid ini adalah testing, tracing, treatment (3T) dan juga kesadaran masyarakat dalam taat prokes,”imbaunya.

Sementara itu data yang dihimpun Radar Surabaya per hari Senin (31/5) di Asrama Haji Sukolilo sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Jumlah pasien awal 87 orang, pasien masuk 5 orang, sedangkan yang keluar belum ada. Sehingga total 92 orang yang diisolasi di Asrama Haji Sukolilo. Sedangkan pada Selasa (1/6) pasien Covid-19 mengalami kenaikan yakni 101 orang. (rmt)

Most Read

Berita Terbaru


/