RADAR SURABAYA - Perasaan Donwori seolah tersambar petir di siang bolong saat menerima pesan singkat dari istrinya, Karin.
Dalam pesan tersebut, Karin secara blak-blakan menyatakan bahwa ia sudah tidak memiliki perasaan dan cinta lagi kepada Donwori.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi itu hanya bisa pasrah. Donwori dan Karin menikah pada Mei 2009 di Surabaya.
Setelah menikah, keduanya tinggal di kawasan padat penduduk di Menur, Surabaya. Karena belum memiliki rumah sendiri, pasangan ini mengontrak kamar kos.
Awalnya, rumah tangga mereka berjalan harmonis. Mereka dikaruniai seorang anak dan hidup rukun tanpa konflik berarti sejak pernikahan hingga Juli 2024.
Namun, keharmonisan itu mulai retak pada Agustus 2024. Perselisihan kecil mulai sering terjadi, dan perlahan berubah menjadi pertengkaran yang semakin intens.
Donwori menduga perubahan sikap istrinya dipicu oleh hadirnya orang ketiga. Ia mengaku mengetahui perselingkuhan Karin dengan Donjuan, rekan kerja Karin di sebuah toko konveksi, setelah tanpa sengaja membaca percakapan mesra mereka di ponsel sang istri.
“Saya tanya baik-baik, malah saya yang disalahkan,” ujar Donwori.
Meski sakit hati, Donwori masih mencoba bersabar. Ia berharap istrinya berubah dan mempertahankan rumah tangga mereka.
Namun harapan itu kandas. Karin secara terang-terangan mengaku menjalin hubungan asmara dengan Donjuan. Bahkan, melalui percakapan WhatsApp, ia menegaskan bahwa dirinya sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap Donwori.
Puncak pertengkaran terjadi pada September 2024. Saat Donwori kembali mencoba membujuk istrinya untuk memperbaiki hubungan, ia justru diusir dari rumah. Merasa tidak lagi memiliki tempat dalam rumah tangganya, Donwori memilih pergi dan mencari tempat tinggal baru.
Langkah tegas akhirnya diambil. Pria kelahiran Surabaya itu menggugat cerai Karin ke Pengadilan Agama (PA) Surabaya. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista