
RADAR SURABAYA - Tugas seorang laki-laki setelah menjadi kepala keluarga adalah memberikan nafkah. Juga memberikan jaminan tempat tinggal serta kebutuhan hidup kepada keluarganya.
Sayang, hal tersebut tidak dilakukan oleh Donwori. Lelaki 36 tahun itu pergi begitu saja. Menelantarkan istrinya, sebut saja Karin, 30, tanpa alasan yang jelas.
Baca Juga: BSI Hadirkan BEWIZE Gold, Layanan Cash Management Berbasis Emas untuk Institusi
Donwori dan Karin adalah pasangan suami istri yang menikah resmi secara Islam dan tercatat di salah satu KUA di Kota Surabaya pada tahun 2012. Sudah 14 tahun berkeluarga. Cukup lama. Dalam pernikahannya tersebut, pasangan ini telah dikaruniai dua orang anak.
Awalnya, hubungan antara Donwori dan Karin berjalan harmonis, rukun, meski ada riak-riak kecil layaknya pasutri muda. Namun, beberapa tahun belakangan, keduanya sering terlibat perselisihan yang berujung pada pertengkaran.
Menurut pengakuan Karin, Donwori pergi menghilang meninggalkan dia dan anak-anaknya. Tanpa memberikan nafkah untuk kehidupan sehari-hari.
"Awalnya kami tidak ada masalah. Nafkah yang diberikan juga lancar tidak pernah terlambat," kata Karin di Surabaya pekan lalu.
Semuanya berawal pada tahun 2022. Alkisah, empat tahun lalu Donwori sempat berpamitan kepada Karin untuk bekerja ke luar kota. "Dia sempat bilang kerja ke luar kota, tapi masih pulang dan menunaikan kewajibannya," jelas Karin.
Namun, untuk kepergian keduanya, Donwori tidak pamit dan tidak sempat memberikan alasan kepada dirinya. Donwori pergi begitu saja.
Baca Juga: Tembus Tiga Besar Bahlil Mini Soccer Jatim, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Raih Apresiasi Rp 15 Juta
"Dia pergi lagi tidak pamit sama saya. Tiba-tiba menghilang sampai sekarang juga tidak ada kabar. Tidak pernah kirim uang juga," tambah Karin.



