RADAR SURABAYA– Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menegaskan bahwa tidak ada jaminan bagi pemain unggulan di sektor tunggal putra setelah memastikan tiket babak 16 besar All England Open 2026.
Alwi melaju usai menumbangkan wakil India, Ayush Shetty, dalam pertarungan tiga gim yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis dini hari WIB.
Dalam laga babak 32 besar tersebut, Alwi menang dengan skor 19-21, 21-9, 21-17 dalam tempo 75 menit.
Unggulan Tumbang, Bukti Persaingan Ketat
Kemenangan Alwi menjadi sorotan karena terjadi di tengah bergugurannya sejumlah pemain unggulan pada babak pertama.
Unggulan teratas asal China, Shi Yu Qi, serta unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen, harus angkat koper lebih awal.
Menurut Alwi, situasi tersebut membuktikan bahwa semua pemain memiliki peluang yang sama di turnamen bergengsi ini.
“Beberapa pemain unggulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan.
Siapa pun bisa memenangkan pertandingan. Semua punya kesempatan yang sama, jadi siapa yang lebih siap, dia yang akan memenangkan pertandingan,” ujar Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI.
Sempat Kehilangan Momentum
Alwi sejatinya tampil meyakinkan pada awal pertandingan. Ia bahkan sempat memimpin hingga enam poin pada gim pertama.
Namun, ritme permainan terganggu setelah laga beberapa kali terhenti karena Shetty mengalami luka di lutut dan harus menjalani perawatan medis.
Momentum tersebut dimanfaatkan Shetty untuk bangkit. Dari posisi tertinggal 10-16, pemain India itu menyamakan kedudukan 17-17 sebelum akhirnya merebut gim pertama 21-19.
“Saya sempat kehilangan momentum di gim pertama karena pertandingan beberapa kali terhenti akibat medical break. Namun, saya mencoba tetap fokus pada setiap poin,” kata Alwi.
Bangkit dan Tunjukkan Mental Tangguh
Memasuki gim kedua, Alwi tampil lebih agresif. Ia langsung unggul 11-4 saat interval dan menutup gim tersebut dengan skor telak 21-9.
Pada gim penentuan, Alwi kembali menunjukkan ketenangan dan kematangan mental. Ia memimpin lima poin saat interval dan menjaga keunggulan hingga memastikan kemenangan 21-17.
“Di gim kedua dan ketiga saya bisa bangkit. Saya melawan rasa ragu dalam diri dan mencoba fokus penuh,” ujarnya.
Tantangan Berat di Babak 16 Besar
Pada babak 16 besar All England 2026, Alwi akan menghadapi wakil Taiwan sekaligus unggulan ketujuh, Chou Tien Chen. Chou melaju setelah kompatriotnya, Chi Yu Jen, mundur dalam pertandingan sebelumnya.
Laga kontra Chou diprediksi berlangsung ketat mengingat pengalaman dan konsistensi pemain Taiwan tersebut di turnamen level Super 1000.
Hasil ini semakin menegaskan bahwa sektor tunggal putra di All England tahun ini berlangsung terbuka tanpa kepastian.
Gugurnya sejumlah unggulan membuka peluang lebar bagi pemain muda, termasuk Alwi Farhan, untuk melangkah lebih jauh dan mencetak sejarah di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan