RADAR SURABAYA - Chelsea sukses bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Real Betis di final Liga Konferensi UEFA dan mencetak sejarah sebagai tim pertama yang meraih seluruh trofi utama klub Eropa.
Saat pertandingan di Stadion Wroclaw menyisakan 25 menit, The Blues tertinggal 0–1. Namun, aksi gemilang Cole Palmer dari sisi kanan membalikkan keadaan.
Ia mengirim umpan akurat yang dimaksimalkan Enzo Fernandez lewat sundulan. Tak lama kemudian, Nicolas Jackson mencetak gol dengan dadanya ke tiang dekat, membawa Chelsea unggul.
Jadon Sancho kemudian mencetak gol ketiga melalui sepakan melengkung yang indah, usai menerima umpan dari pemain pengganti Kiernan Dewsbury-Hall.
Moises Caicedo melengkapi pesta gol dengan tembakan dari luar kotak penalti yang sempat berbelok arah di masa tambahan waktu.
Real Betis Unggul Lebih Dulu lewat Gol Ezzalzouli
Real Betis sempat unggul di babak pertama lewat gol Abde Ezzalzouli, yang menyelesaikan umpan cerdas dari Isco.
Tim asuhan Manuel Pellegrini tampil dominan pada 45 menit pertama dan memiliki sejumlah peluang emas, tetapi gagal menambah keunggulan.
Antony menyundul bola melebar, dan tembakan jarak jauh Marc Bartra berhasil ditepis kiper Chelsea, Filip Jorgensen. Namun, Betis kehilangan kendali permainan setelah jeda.
Chelsea Lengkapi Koleksi Trofi Klub UEFA
Kemenangan ini menjadikan Chelsea sebagai tim pertama dalam sejarah yang berhasil meraih kelima gelar UEFA:
Liga Champions
Liga Europa
Liga Konferensi UEFA
Piala Super UEFA
Piala Winners (yang kini sudah tidak dipertandingkan)
Selain itu, The Blues juga mencatat rekor sebagai tim non-Spanyol pertama yang mengalahkan klub asal Spanyol di final kompetisi Eropa sejak 2002.
Sebelumnya, tim-tim Spanyol memenangkan 27 final secara beruntun dalam ajang antarklub Eropa dan internasional.
Debut Sukses Enzo Maresca sebagai Pelatih Chelsea
Final ini menjadi pembuktian bagi Enzo Maresca dalam musim debutnya bersama Chelsea. Ia memilih untuk menurunkan skuad inti yang
sebelumnya mengalahkan Nottingham Forest pada pekan terakhir Liga Primer Inggris dan memastikan tiket ke Liga Champions.
Real Betis menjadi lawan terkuat Chelsea sepanjang Liga Konferensi UEFA 2024/2025. Sebelum final, Chelsea mencetak 41 gol dalam 14
pertandingan dan jarang mendapat perlawanan berarti. Namun, Betis membuat Chelsea tertinggal dan memaksa mereka tampil maksimal untuk bangkit.
Pergantian taktis di babak kedua, seperti masuknya Reece James menggantikan Malo Gusto, membawa perubahan signifikan.
Palmer, yang bahkan tidak terdaftar di fase grup, menjadi kreator utama dalam dua gol pertama Chelsea. Performa pemain muda Inggris ini menjadi salah satu sorotan utama di final.
Musim Belum Selesai: Chelsea Siap Hadapi Piala Dunia Antarklub
Dengan gelar ini, Chelsea kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang akan digelar di Amerika Serikat pada pertengahan Juni.
Gelar ini juga menjadi yang pertama sejak Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub pada Februari 2022.
Real Betis Gagal Ciptakan Sejarah
Final ini merupakan penampilan pertama Real Betis di final kompetisi Eropa. Meskipun tampil kuat di babak pertama, mereka gagal mempertahankan performa dan terlihat kelelahan di babak kedua.
Sejumlah pemain bahkan tak kuasa menahan air mata saat peluit akhir dibunyikan.
Pelatih Manuel Pellegrini harus menunggu lebih lama untuk membawa Betis meraih gelar Eropa, meskipun performa mereka sepanjang turnamen layak mendapat apresiasi.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan