RADAR SURABAYA- Sir Jim Ratcliffe tengah mencari jaminan bahwa Ruben Amorim akan menyelesaikan sisa dua tahun kontraknya, di tengah menguatnya sinyal bahwa pelatih asal
Portugal itu mungkin akan hengkang dan membuat Manchester United berada dalam kondisi yang lebih kacau.
Setidaknya dari perspektif domestik, situasi United memburuk sejak Amorim ditunjuk sebagai pengganti Erik ten Hag.
Setan Merah kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Primer Inggris dengan selisih gol minus 12. Amorim bahkan menyebut skuad saat ini sebagai yang terburuk dalam sejarah klub.
United belum meraih kemenangan dalam delapan laga liga terakhir. Pernyataan-pernyataan Amorim pun mengindikasikan bahwa masa depannya di Old Trafford tidak sepenuhnya aman.
“Ini adalah momen penentu dalam sejarah klub,” ujar Amorim pekan lalu. “Kami harus benar-benar kuat di bursa transfer musim panas dan berani mengambil keputusan, karena kami tidak bisa melalui musim depan seperti ini."
“Jika kami memulai dengan cara yang sama, jika perasaan ini masih bertahan, maka kami harus memberi ruang bagi orang lain.”
Amorim juga mengakui rasa malu atas kegagalannya mengubah nasib United sejauh ini.
“Saya malu karena dalam 26 pertandingan liga, kami hanya meraih enam kemenangan. Ada sesuatu yang salah dengan cara kami bermain sepak bola,” kata Amorim kepada Sky Sports.
“Terkadang ini bukan soal taktik, tetapi bagaimana kami bersaing dan menanggapi tekanan. Kami harus memiliki kemarahan ketika kalah.”
“Dari semua yang kami alami, saya kini punya gambaran dan perasaan yang jelas tentang apa yang dibutuhkan tim ini agar menjadi jauh lebih baik—bukan hanya di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Kami memiliki semua kondisi untuk berkembang.”
Menurut laporan terbaru The Sun, Manchester United khawatir Amorim akan memutuskan untuk hengkang, bahkan jika mereka berhasil mengalahkan Tottenham di final Liga Europa pada Rabu malam.
Ratcliffe Ingin Kepastian; Rencana Transfer Bisa Terpengaruh
Laporan tersebut menyatakan: “Ada kekhawatiran bahwa bahkan jika United lolos ke Liga Champions lewat kemenangan di final Liga Europa melawan Tottenham di Spanyol, itu mungkin belum cukup untuk meyakinkan Amorim tetap bertahan.
Ia telah menyatakan bahwa tampil di antara klub-klub elit Eropa musim depan bisa terlalu berat bagi skuad yang disebutnya ‘tidak lagi takut kalah’.”
Amorim saat ini berperan besar dalam upaya perekrutan United untuk musim panas, termasuk mendukung langkah mendatangkan Matheus Cunha.
Ia juga bekerja sama erat dengan CEO Omar Berrada dan Direktur Teknik Jason Wilcox, serta memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan.
Namun, jika Amorim tidak segera memberikan kepastian kepada Ratcliffe soal komitmennya, pengaruhnya terhadap kebijakan transfer musim panas dapat berkurang.
United sendiri tidak berniat memecat Amorim, bahkan jika kalah dari Tottenham dan gagal lolos ke Liga Champions.
Klub yakin telah menunjuk sosok yang tepat dan siap mendukung visinya secara finansial.
Meski demikian, ada perasaan yang berkembang di internal klub bahwa perpisahan bisa saja terjadi—dan jika itu terjadi, keputusan tersebut akan datang dari Amorim sendiri, bukan dari klub.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan