Radar Surabaya – Generasi Z mulai mengubah peta dunia kerja. Banyak anak muda kini lebih tertarik menjalani karier sebagai pekerja lepas (freelancer) dibandingkan bekerja secara konvensional di kantor.
Fenomena ini terjadi di berbagai negara dan semakin menguat seiring berkembangnya teknologi digital yang mendukung pola kerja jarak jauh. Fleksibilitas waktu, kebebasan memilih proyek, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi alasan utama yang membuat sistem kerja freelance semakin diminati.
Pergeseran tersebut menandai perubahan cara pandang generasi muda terhadap karier. Jika sebelumnya stabilitas pekerjaan menjadi prioritas, kini banyak Gen Z lebih memilih model kerja yang memberi ruang untuk bereksplorasi sekaligus membuka peluang kolaborasi global melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Silent Walking, Tren Sederhana Gen Z untuk Jaga Kesehatan Mental
Chief Marketing Officer Fiverr, Gali Arnon, mengungkapkan bahwa tren ini terlihat jelas di kalangan pengguna platform mereka. Berdasarkan survei yang dilakukan, sekitar 70 persen responden Gen Z menyatakan lebih memilih berkarier sebagai freelancer dibanding bekerja dengan sistem kantor atau jam kerja tetap.
“Kami melihat dalam komunitas pekerja lepas Gen Z yang terus tumbuh di Fiverr bahwa kebebasan dan kendali yang ditawarkan sistem kerja freelance menjadi magnet utama bagi generasi ini untuk mengejar minat serta passion mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Transaksi Digital Melonjak, BRI Perkuat Struktur Pendanaan Berbasis CASA
Menariknya, meskipun kondisi ekonomi global dinilai tidak stabil, sekitar 73 persen responden tetap menjadikan freelance sebagai pilihan karier utama. Selain itu, 41 persen responden menilai pekerjaan lepas sebagai cara efektif untuk menambah pemasukan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Freelance juga dipandang sebagai strategi menghadapi tekanan inflasi. Sekitar 29 persen responden menyebut sistem ini memberi peluang untuk menyesuaikan tarif kerja sesuai kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Sementara itu, 30 persen Gen Z menganggap pekerjaan freelance sebagai opsi cadangan yang aman jika pekerjaan utama mengalami kendala.
Baca Juga: Gen Z Utamakan Pengalaman, Harga Bukan Lagi Faktor Utama Saat Traveling
Tak hanya soal penghasilan, banyak Gen Z juga tertarik menjadi freelancer karena peluang mengembangkan keterampilan baru. Bagi generasi ini, kemampuan atau skill dianggap sebagai faktor utama yang menentukan arah dan peluang karier di masa depan.
Dengan semakin terbukanya akses teknologi dan platform digital, tren pekerja lepas diperkirakan akan terus berkembang dan berpotensi mengubah pola kerja global dalam beberapa tahun ke depan. (rra/fir)