RADAR SURABAYA – Di tengah padatnya aktivitas dan derasnya arus digital, tren silent walking mulai mencuri perhatian kalangan muda, khususnya Generasi Z. Berjalan kaki tanpa earphone dan tanpa menggenggam gawai ramai diperbincangkan di media sosial sebagai cara sederhana meredakan penat.
Jika sebelumnya melangkah terasa kurang lengkap tanpa playlist favorit, kini justru keheningan menjadi pilihan. Suara angin, gemerisik daun, hingga ritme langkah kaki dinikmati sebagai bentuk latihan mindfulness di sela rutinitas yang kian padat.
Baca Juga: Mindful Walking, Seni Melangkah untuk Meredakan Stres di Era Modern
Psikolog klinis Juanita Guerra menyebut, silent walking merupakan aktivitas berjalan seorang diri untuk membantu menjernihkan pikiran dan menata kembali fokus.
“Silent walking menjadi cara sederhana untuk mengambil jarak dari kebisingan dan hiruk pikuk yang melekat dalam kehidupan modern yang serba cepat,” ujarnya.
Baca Juga: Tren Japanese Walking Viral di TikTok, Efektif Tingkatkan Kesehatan Jantung dan Stamina
Fenomena ini berkembang seiring meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap kesehatan mental. Tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, serta paparan informasi tanpa henti di media sosial kerap memicu kelelahan emosional. Silent walking pun dipandang sebagai solusi praktis untuk sejenak “menghentikan” ritme yang melelahkan.
Tanpa biaya maupun perlengkapan khusus, aktivitas ini cukup dilakukan selama 15–30 menit dengan berjalan santai di sekitar rumah, taman, atau jalur pedestrian yang aman. Dalam suasana hening, pikiran diberi ruang untuk lebih tenang, sementara tubuh bergerak lebih rileks.
Baca Juga: Tujuh Tahun Kokoon Hotel Surabaya, Ajak Walking Tour ke Lokasi Bersejarah di Surabaya Utara
Meski terlihat sederhana, praktik ini tetap membutuhkan komitmen agar manfaatnya optimal. Pada awalnya, sebagian orang mungkin merasa asing karena terbiasa berjalan sambil mendengarkan musik atau memeriksa ponsel. Namun seiring waktu, kebiasaan ini dapat menjadi momen refleksi yang dinantikan.
Di tengah gaya hidup serba cepat dan selalu terhubung, keheningan justru menjadi sesuatu yang berharga. Silent walking menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu harus melalui cara kompleks. Langkah perlahan tanpa distraksi pun dapat membantu menjernihkan pikiran dan menstabilkan emosi dalam menghadapi aktivitas sehari-hari. (rra/fir)
Editor : M Firman Syah