RADAR SURABAYA - Langit Indonesia akan kembali dihiasi fenomena langit spektakuler hujan meteor Geminid pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu malam, 13 Desember 2025 hingga Minggu pagi, 14 Desember 2025.
Peristiwa tahunan ini menjadi salah satu atraksi langit paling dinantikan karena intensitasnya tinggi dan keindahannya disebut menyaingi hujan meteor Perseid.
Fenomena hujan meteor terjadi ketika partikel debu ruang angkasa memasuki atmosfer Bumi dan bergesekan dengan udara, menghasilkan jejak cahaya yang tampak seperti bintang jatuh.
Hujan meteor Geminid berasal dari pecahan asteroid 3200 Phaeton, anggota kelas Apollo yang orbitnya dekat dengan Mars.
Fenomena ini pertama kali dilaporkan pada Desember 1862, relatif baru dibandingkan hujan meteor Perseid yang sudah dikenal sejak tahun 36 M.
Mengutip Space.com, kecepatan Geminid sekitar 35 km per detik, lebih lambat dibandingkan Perseid (60 km per detik) atau Orionids (72 km per detik).
Meteoroid Geminid juga lebih padat, empat kali lebih keras dibanding serpihan debu komet lain, sehingga menghasilkan cahaya lebih terang dan bertahan lebih lama.
Pakar meteor Inggris, Alastair McBeath, menyebut hujan meteor Geminid tahun ini akan menjadi salah satu yang terbaik.
“Geminid 2025 sama indahnya dengan Perseid Agustus lalu, bahkan bisa menjadi yang paling menakjubkan yang pernah terlihat dari Bumi,” ujarnya.
Para pengamat menjuluki Geminid sebagai “Gems” karena kilauannya yang khas. Tahun ini, fenomena akan semakin indah dengan kehadiran bintang biru terang Spica yang berada beberapa derajat di dekat titik radian.
Hujan meteor ini bakal mulai terlihat sejak pukul 21.00 WIB dengan radian mencapai ketinggian 30 derajat. Puncak intensitasnya terjadi sekitar pukul 02.00 WIB menjelang fajar.
Lokasi terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah area terbuka yang jauh dari polusi cahaya, seperti lapangan atau pedesaan.
“Untuk menyaksikan Geminid dengan jelas, carilah lokasi minim cahaya buatan. Semakin gelap langit, semakin banyak meteor yang bisa terlihat,” terang Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto.
Fenomena hujan meteor Geminid 2025 akan menjadi salah satu atraksi langit paling menawan di penghujung tahun.
Dengan kecepatan 35 km per detik dan intensitas tinggi, peristiwa ini diprediksi menampilkan ratusan meteor per jam.
“Hujan meteor Geminid adalah pengingat betapa dinamisnya alam semesta. Ini saat terbaik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam,” pungkas Alastair McBeath. (det/nur)
Editor : Nurista Purnamasari