RADAR SURABAYA - Warna-warni lukisan menghiasi seluruh sisi dinding Galeri Prabangkara, yang berlokasi di kompleks Taman Budaya Jawa Timur. Semarak warna dan kreativitas itu karena adanya pameran lukisan yang mengusung tema Hujan Warna, digelar hingga 31 Juli 2025.
Sebanyak 100 lukisan dipajang, karya dari 55 perupa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan usia para peserta yang beragam, mulai dari 4 hingga 18 tahun.
Ketua penyelenggara pameran, Ami Tri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan perayaan atas semangat dan imajinasi anak-anak dan remaja dalam menuangkan dunia mereka ke atas kanvas.
Tak hanya menghadirkan karya anak-anak, pameran ini juga melibatkan sejumlah pelukis senior sebagai bentuk dukungan dan inspirasi bagi generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menggambar bukan sekadar hobi. Ini bisa menjadi bentuk ekspresi yang bermakna, bahkan memperkuat karakter anak dalam hal kepekaan, ketekunan, dan rasa percaya diri,” terang Ami.
Pameran Hujan Warna merupakan kolaborasi yang ketiga antara komunitas Garis Gathuk dan Lotus Art Course Surabaya.
Sebagian besar peserta merupakan siswa dari Lotus Art, sisanya merupakan anak-anak dari para seniman yang tergabung dalam komunitas Garis Gathuk.
Berbagai gaya dan teknik lukisan dipamerkan, mulai dari lukisan ekspresif hingga realis, mencerminkan betapa beragamnya cara pandang anak-anak terhadap dunia. Tiap karya menjadi representasi dari warna yang dibawa masing-masing anak.
“Filosofinya sederhana tapi kuat. Setiap anak membawa warnanya sendiri. Seperti hujan yang menyuburkan tanah, kreativitas mereka menyuburkan harapan, keberanian, dan semangat untuk terus belajar serta berkarya,” terang Ami ketika ditemui di lokasi pameran, Selasa (29/7).
Pameran ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Provinsi Jawa Timur, Iis Hendro Gunawan ini, terbuka untuk umum.
Meski tak semua peserta akan menjadi pelukis profesional di masa depan, pengalaman ini diyakini akan memperkaya proses tumbuh kembang mereka.
"Dengan sapuan warna dan goresan imajinasi, anak-anak belajar mengekspresikan diri dan memahami dunia dengan cara yang unik," pungkas Ami. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari