RADAR SURABAYA - Menonton film adalah salah satu cara untuk menghindari bosan sembari menunggu waktu berbuka.
Akan tetapi, beberapa orang khawatir terkait apa yang mereka tonton selama bulan puasa.
Alih-alih mendapatkan pahala berpuasa, mereka malah mendapatkan dosa karena menonton hal yang melanggar syariat Islam.
Oleh karena, berikut kami sajikan tiga tips untuk memilih tontonan yang aman saat berpuasa:
1. Memilih Film yang Tidak Memicu Hawa Nafsu
Beberapa film memiliki potensi untuk memicu hawa nafsu karena konten yang ditampilkan.
Konten-konten tersebut bisa dalam bentuk adegan tidak senonoh, adegan romantis yang memancing zina hati, serta adegan yang menampilkan makanan dan minuman.
Adegan-adegan tersebut berkemungkinan untuk menggoyahkan iman, sehingga film yang menampilkan hal-hal tersebut sebaiknya dihindari.
2. Menonton Film Melalui Layanan Legal
Budaya menonton film bajakan sudah menjamur di Indonesia.
Hal ini dianggap biasa karena banyak orang tidak memiliki dana untuk membeli tiket film di bioskop atau berlangganan layanan streaming.
Meskipun begitu, tindakan pembajakan memiliki hukum yang sama dengan pencurian.
Menonton film hasil bajakan menimbulkan dosa dan hitungannya kita telah menikmati sesuatu dari tindak pencurian.
Oleh karena itu, tontonlah film melalui layanan streaming legal.
Sekarang banyak layanan streaming yang menyediakan film yang dapat ditonton dengan harga murah, bahkan beberapa di antaranya gratis.
3. Menjauhi Film yang Memicu Emosi
Meskipun terlihat sederhana dan bisa disepelekan, menonton film yang terlalu memancing emosi dapat mendorong kalam kita untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan, terutama di bulan Ramadan yang suci ini.
Beberapa orang mungkin memiliki kontrol diri dan emosi yang baik, tapi tidak semua orang mampu berlaku demikian.
Terutama untuk orang-orang yang sudah terbiasa untuk berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, menonton film yang memancing emosi sebaiknya dihindari.
Film-film ini juga termasuk film dengan genre drama yang emosional dan film horror yang dengan jumpscare yang mengejutkan. (hel/nug)
Editor : Nofilawati Anisa