Sudah Diet Gula Tapi Gula Darah Masih Tinggi? Ini Penyebabnya

RADAR SURABAYA - Banyak orang mengira bahwa dengan mengurangi konsumsi gula, kadar gula darah otomatis akan turun. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Gula darah tinggi (hiperglikemia) bisa tetap terjadi meski seseorang sudah menjalani diet rendah gula. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apa yang salah, dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Gula Darah Masih Tinggi Meski Diet Gula
Menurut pakar kesehatan, ada beberapa faktor yang memengaruhi kadar gula darah selain konsumsi gula:
Baca Juga: Alternatif Karbohidrat Sehat untuk Penderita Diabetes: Pilihan Bijak untuk Menjaga Gula Darah
- Resistensi insulin: tubuh tidak merespons insulin dengan baik sehingga glukosa tetap tinggi dalam darah.
- Karbohidrat tersembunyi: makanan olahan, tepung putih, nasi, atau roti tetap meningkatkan glukosa meski tidak terasa manis.
- Kurang tidur: penelitian menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin dan kadar gula darah.
- Stres: hormon kortisol yang meningkat saat stres dapat memicu lonjakan gula darah.
- Kurang aktivitas fisik: olahraga membantu sel menyerap glukosa, sehingga kurang gerak membuat gula darah tetap tinggi.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Diabetes Care Journal menemukan bahwa resistensi insulin adalah penyebab utama gula darah tetap tinggi meski asupan gula rendah.
Penelitian lain dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa durasi tidur kurang dari 6 jam per malam meningkatkan risiko hiperglikemia hingga 40%.



