Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wadahi Kreasi Seni Dekorasi Para Santri

Administrator • Senin, 21 Mei 2018 | 21:52 WIB
Komunitas Bolo Dekor Ponpes Mambaus Sholihin
Komunitas Bolo Dekor Ponpes Mambaus Sholihin



Pondok pesantren kini makin modern. Seperti halnya komunitas bolo dekor ponpes Mambaus Sholihin. Komunitas unik di pondok pesentren itu mengasah cita rasa seni para santri. Uniknya, para anggotanya merasa lebih banyak rekreasi dan terlibat dalam berbagai event.


“Kami bertugas untuk melakukan dekorasi, bentuknya bermacam mulai kerajinan hingga karya mural untuk mempercantik ruangan atau tembok berbagai tempat,” terang Ketua Komunitas Bolo Dekor Irfan Sobirin.


Dikatrakannya, komunitas yang berjalan dibawah nauang pondok ini sudah menghasilkan banyak karya. Uniknya, mereka bisa menyulap barang bekas menjadi sebuah dekor yang menarik. Hal ini, dianggap Irfan sebagai tantangan komunitasnya ini. “Jadi kami berusaha sebisa mungkin menciptakan suatu dekor yang apik dengan budget minim namun bagus hasilnya, dan tentunya sesuai dengan pemilik acara atau pemesannya,” papar dia.


Anggotanya terdiri dari usia 15 hingga 25 tahun. Dengan berbagai kemampuan seni dekor, mulai hasta karya, dekor panggung, hingga mural mereka satukan agar menjadi tim yang solid. Alhasil, banyak orang luar ponpes yang mempercvayai mereka untuk melakukan. “Agenda rutin hanya pertemuan sesekali menggambar dan melukis, kemudian kita plikasikakn di media besar seperti tembok, kit ajuga pernah mengaplikasikan dekorasi panggung sebesar 17 meter,” papar dia.


Selain menjadi wadah para santri untuk kesenian dekor, komunitas ini juga memiliki anggota yang berkeinginan memiliki profesi di bidang ini. seperti M. Rizky Mauludin, 17.  Ia memang menyukai dunia yang bergelut dibidang snei. “Ingin buka galeri lukis ish, jadi untuk itu saat menempuh pendidikan lebih aktif ke komunitas ini,” kata dia.


Sementara itu, salah satu yang memanfaatkan karya dari Komunitas Bolo Dekor ini adalah Perustakaan Desa Rumah Pelangi. Ketua Rumah Pelangi Nency Septriana mengatakan, memang sedang melakukan pembaruan desain ruangan untuk perpustakaan desa. Meski smeua anggotnya adalah laki-laki, para pemuda ini diakui Nency kreatif. “Karena mereka bisa membuat karakter animasi dan kartun yang disukai anak-anak, jadi sesuai dengan perpustakaan. Inijuga membuktikan bahwa santri[un bisa produktif,” imbuh dia. (*)


 

Editor : Administrator
#pendidikangresik