Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bisa Hasilkan Listrik, Pupuk Hingga Pengurai Tinja

Administrator • Jumat, 2 Februari 2018 | 17:23 WIB
Bisa Hasilkan Listrik, Pupuk Hingga Pengurai Tinja
Bisa Hasilkan Listrik, Pupuk Hingga Pengurai Tinja

Siswi SMAM I Gresik berhasil mengolah rumen atau kotoran sapi menjadi energi listrik, pupuk, serta biogas. Selain itu, kotoran sapi juga bisa mereka jadikan pengurai tinja sehingga waktu pengurasan septic tank warga bisa lebih lama.


Esti Septiani


Wartawan Radar Gresik


INOVASI ini muncul lantaran para siswa merasa prihatin dengan keberadaan kotoran sapi yang dibiarkan begitu saja. Padahal, hal itu bisa menimbulkan bakteri e-coli yang sangat berbahaya bagi tubuh.


“Senang bisa mengolah hal yang awalnya tidak tahu, dan hanya terbuang namun memiliki manfaat besar untuk lingkungan,” papar Ketua Kelompok Ainiya.


Saat ditemui di sekolahnya, mereka terlihat sibuk memantau lima buah instalasi pipa yang disebut power blank. Para siswa yang terdiri dari Ainiya Salsabila, Indah Fajarwati, dan Rifdatul Maziyya sedang melihat perkembangan fermentasi, dan beberapa sedang menambahkan tetes tebu untuk menyempurnakan pengelolaan rumen atau kotoran sapi tersebut.


Rumen tersebut, dikelola dengan berbagai tambahan komponen dalam pipa setinggi 1 meter dan diameter 6 inch. “Rumen ini, ditambah molase atau titis tebu untuk menghancurkan rumen, kemudian ditambah garam sebagaia katalisator dan dedak atau makanan untuk bakteri dalam rumen, kemudian diberi air, selanjutnya melakuan fermentasi selama 18 hari, selanjutnya kita pantau terus dan lakukan uji coba,” imbuhnya. 


Dalam mengolah rumen atau kotoran sapi ini, para siswa didampingi langsung Pemerhati Lingkungan M. Bakir. Menurut Bakir, aktivator ini sebenarnya sudah diterapkan untuk 80 persen IPAL di Gresik. Kini dirinya bisa memproduksi aktivator dari rumen hingga seribu liter per bulan, hanya dari 30 kilogram rumen . “Sebab itu, saya bimbing siswa dari SMAM 1 Gresik untuk mengembangkannya, karena sudah banyak dipesan di luar kota seperti Bojonegoro,” ungkap dia.


Ia menyebut, rumen sendiri banyak ditemukan di Gresik. Khususnya, di tempat Rumah Potong Hewan (RPH) daerah Pulopancikan. Selama ini limbah tersebut hanya dibiarkan mengalir pada saluran air. Padahal, bila terkena udara bebas akan menjadikannya lebih berbahaya untuk manusia. “Jelas berbahaya karena bisa menjadi sarang bakteri,” ungkapnya. (*/rof)


 



 

Editor : Administrator
#pendidikan gresik