SISWA SD dan SMP swasta dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Gresik patut bersyukur. Pasalnya, tahun ini mereka dipastikan bakal mendapatkan seragam gratis seperti yang didapatkan siswa tidak mampu di sekolah negeri. Bedanya, seragam gratis tersebut pengadaannya dilakukan sekolah masing-masing.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik Khoirul Huda mengatakan pihaknya sudah menyepakati anggaran untuk seragam gratis di sekolah swasta. “Iya, sudah kami sepakati bersama Dinas Pendidikan terkait dengan pemberian seragam gratis untuk sekolah swasta,” ujarnya, kemarin.
Dikatakan, untuk sekolah swasta anggarannya juga lebih besar dibandingkan dengan sekolah negeri. Untuk sekolah negeri anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan untuk anggaran sekolah swasta sekitar Rp 8 miliar. “Iya, jumlahnya memang lebih banyak disbanding sekolah negeri,” terang dia.
Menurut dia, untuk sistem pengadaan seragam untuk sekolah negeri dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik). Sedangkan untuk sekolah swasta dilakukan sekolah masing-masing. “Untuk sekolah swasta anggarannya kami berikan dalam bentuk hibah BOS, sehingga mereka bisa melakukan pengadaan sendiri,” ungkapnya.
Masih kata Huda, sebenarnya untuk seragam sekolah negeri awalnya memang ingin menggunakan sistem yang sama. Namun, secara aturannya tidak dibolehkan. “Jadi kami tetap melakukan pengadaan melalui Dispendik,” kata dia.
Ditambahkan, saat ini pihaknya terus meminta kepada Dispendik agar seragam tersebut diberikan sebelum Juli atau tahun ajaran baru. Sebab, pada tahun 2017 lalu terjadi kemoloran pengadaan. “Ini menjadi fokus kami agar tahun ini pengadaan seragam tidak mengalami kemoloran,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Gresik Mahin belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telefon selulernya hanya terdengar nada deringnya saja. (rof/ris)
Editor : Administrator