KOTA - Pebisnis otomotif saat ini mengoptimalkan layanan servis untuk mendongkrak pendapatan. Itu dilakukan setelah penjualan pada pertengahan kuartal II/2017 masih lesu. Sejumlah diler mobil kini mengandalkan pendapatan dari entry diler atau service.
Kepala Cabang Arina Toyota Gresik, Steven P Gunarto menjelaskan, entry diler di tempatnya cukup tinggi. Dalam sehari ada 40 unit sampai 50 unit mobil melakukan servis. Baik berkala, perbaikan atau penggantian spare part. “Kontribusi pendapatan layanan servis bisa menyumbang 20 sampai 30 persen dari target pendapatan tahunan,” ujarnya.
Dijelaskan, dari entry diler tersebut kontribusi terbesar pendapatan datang dari penjualan suku cadang atau sparepart. Komposisinya 65 persen dan ganti oli sebesar 35 persen.
“Mayoritas yang datang ke bengkel memang ganti oli namun kontribusi pendapatan paling besar kami peroleh dari penjualan sparepart,” terangnya.
Hal senada diungkapkan Supervisor Sales United Motor Centre (UMC), Johan. Diakuinya, kendati tidak setinggi Toyota, namun setiap harinya jumlah mobil yang datang ke bengkelnya mencapai 30 unit. “Rata-rata yang datang kesini melakukan service berkala baik bulanan maupun tahunan,” katanya.
Dijelaskan, dari total kendaraan yang masuk ke bengkelnya mayoritas di dominasi kendaraan penumpang keluaran 2010 keatas, seperti Suzuki Splash dan Ertiga. “Sementara untuk kendaraan yang berusia tua biasanya tidak dibawa kemari, melainkan di bengkel biasa,” tandasnya. (fir/ris)
Editor : Administrator