RADAR SURABAYA - Ketenangan kawasan Jalan Kalimantan, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) yang sebelumnya sempat terganggu gara-gara geng jalanan kini sudah kembali pulih.
Aksi brutal sekelompok pemuda yang kerap melakukan sweeping dan kekerasan jalanan di kawasan tersebut kini berhasil dihentikan aparat kepolisian.
Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik mengamankan delapan pemuda yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial TS, 16, pada Minggu dini hari (22/2).
Peristiwa terjadi saat warga tengah bersiap santap sahur. Kelompok pemuda ini melakukan konvoi besar-besaran dengan tujuan mencari lawan tanding dari kelompok lain. Nahas, korban TS menjadi sasaran hingga mengalami luka-luka.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, menjelaskan motif para pelaku murni untuk mencari tantangan antarkelompok.
“Seperti modus gangster pada umumnya. Mereka berkeliling untuk mencari lawan tanding dengan menargetkan kelompok berbeda,” ujar Ipda Andi, Jumat (27/2/2026).
Dari delapan orang yang diamankan, polisi menetapkan dua tersangka utama, yakni H, 18, asal Kota Gresik, diduga sebagai otak aksi brutal dan K, 17, asal Kecamatan Manyar, berperan sebagai provokator.
Keduanya terbukti melakukan tindakan fisik berupa penendangan terhadap korban. Sementara enam pemuda lainnya masih berstatus saksi, meski tetap dalam pemeriksaan intensif.
“Masih kami dalami. Mohon waktu. Yang pasti akan ada sanksi sosial sebagai efek jera,” tegas Ipda Andi.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menegaskan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku kriminalitas jalanan, terutama di titik rawan menjelang sahur.
“Kami sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap rangkaian kriminalitas yang terjadi. Silakan menyerahkan diri sebelum diringkus petugas,” ujar AKBP Ramadhan.
Fenomena geng motor dan gangster remaja di Gresik meningkat menjelang Ramadan. Data Polres Gresik menunjukkan laporan aksi konvoi dan tawuran remaja naik 15% dalam tiga tahun terakhir.
Penangkapan delapan pemuda pelaku sweeping brutal di GKB diharapkan meredam keresahan warga.
Polisi memastikan akan menindak tegas pelaku kekerasan jalanan dan meningkatkan patroli selama Ramadan agar masyarakat merasa aman. (yud)