RADAR SURABAYA - Enam anak buah kapal (ABK) dari Kapal Layar Motor (KLM) Sejarah Tirta Abadi yang nyaris karam akibat kebocoran lambung berhasil dievakuasi oleh kapal Offshore Supply Ship CB Cast Marine 3 milik Pertamina PHE WMO di perairan Kabupaten Gresik, pada Minggu (1/1).
Peristiwa bermula ketika KLM Sejarah Tirta Abadi mengalami kebocoran di sekitar Poleng Marine Terminal NW Platform PHE 23.
Dalam kondisi kritis, awak kapal mengirimkan sinyal darurat melalui VHF Channel 16 pada pukul 09.15 WIB.
Sinyal tersebut diterima oleh Radio Operator di FSO Abherka, fasilitas operasional migas milik PHE WMO.
Manager WMO Field, Nofrie Nianta Charitapermana, menjelaskan bahwa laporan yang diterima menyebutkan kapal sudah tenggelam sebagian dan kru membutuhkan evakuasi segera.
“Situasi ini membutuhkan penanganan cepat agar keselamatan awak kapal tetap terjamin, sekaligus kami memastikan tidak ada potensi gangguan terhadap fasilitas strategis di sekitar lokasi,” tegas Charitapermana, Selasa (3/1).
Merespons panggilan darurat tersebut, tim Emergency Response Team (ERT) di Gresik segera mengerahkan kapal CB Cast Marine 3 bersama personel keamanan dan anggota TNI.
Proses evakuasi berlangsung efisien, hanya dalam waktu 30 menit setelah tiba di lokasi, seluruh ABK berhasil dipindahkan ke kapal penolong dalam keadaan selamat. Setibanya di FSO Abherka, para ABK langsung menjalani pemeriksaan medis oleh dokter on duty.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keenam awak kapal berada dalam kondisi sehat secara umum dan tidak mengalami cedera serius,” tambah Charitapermana.
General Manager Zona 11, Zulfikar Akbar, memberikan apresiasi atas sinergi antara operator radio, kru kapal, tim medis, serta unsur TNI dalam misi kemanusiaan tersebut.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi keadaan darurat di wilayah perairan yang padat aktivitas operasional.
“Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas unsur dalam menghadapi situasi darurat di laut,” ungkap Zulfikar Akbar.
Setelah dipastikan sehat, para ABK diantarkan menuju Pelabuhan Gresik untuk diserahterimakan kepada pihak Kantor Syahbandar.
Sementara itu, KLM Sejarah Tirta Abadi dilaporkan masih mengapung dan hanyut ke arah timur, namun dipastikan tidak mengganggu fasilitas operasional migas di sekitarnya. (yud)
Editor : Nurista Purnamasari