RADAR SURABAYA - Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia usai terlibat kecelakaan maut di depan UPT SMPN 5 Gresik, Jalan Raya Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Senin (2/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Akibat kerasnya benturan dan luka parah, pengendara meninggal di lokasi setelah menabrak bagian belakang truk yang sedang terparkir akibat kerusakan mesin.
Korban diketahui bernama Ahmad Febriant Prima Putra, 32, warga Desa Boboh, Kecamatan Menganti. Ia mengendarai sepeda motor Honda bernopol W 5383 EN dan menabrak truk bernopol W 8079 EB yang dikemudikan Muhammad Ridwan, 31, warga Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo.
Kapolsek Cerme, AKP Taufan Arif Nugroho, menjelaskan bahwa insiden bermula saat truk berhenti di bahu jalan karena mengalami kerusakan mesin.
Sopir dan kernet turun untuk memperbaiki kendaraan, namun diduga lalai memberikan tanda peringatan di jalan.
“Sopir dan kernet truk tidak memberi peringatan lampu sein, tanda bahaya, atau traffic cone. Tidak lama kemudian, muncul kendaraan korban dari arah utara dengan kecepatan tinggi. Karena tidak sempat menguasai laju kendaraan, korban menabrak bodi belakang truk sebelah kanan,” ungkap AKP Taufan, Selasa (3/2).
Benturan keras membuat korban mengalami luka serius di bagian dahi dan meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas SPKT Polsek Cerme yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Cerme sebelum dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk keperluan visum.
Selain kelalaian kru truk dalam memasang tanda peringatan, faktor cuaca dan kondisi jalan juga diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan.
Jalanan yang basah setelah diguyur hujan membuat permukaan aspal licin dan berbahaya bagi pengendara yang melaju kencang.
“Faktor yang memengaruhi kecelakaan adalah pengendara sepeda motor yang kurang berhati-hati serta kondisi jalan yang licin setelah hujan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kasus ini ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Gresik,” pungkas Taufan. (yud)
Editor : Nurista Purnamasari