Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejang-Kejang, Lansia Meninggal Mendadak di Warkop Gempolkurung Gresik

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
Tim medis mengevakuasi lansia yang meninggal di sebuah warung kopi di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti.
Tim medis mengevakuasi lansia yang meninggal di sebuah warung kopi di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti.

RADAR SURABAYA - Suasana Warung Kopi (Warkop) Monggo Pinarak di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Gresik digemparkan oleh kematian lansia pada Minggu (25/1) dini hari.


Advertisement

Lansia tersebut ditemukan meninggal dunia dalam posisi terlentang di atas meja warung setelah sempat mengalami kejang-kejang di hadapan pengunjung.

Korban diketahui bernama Hugeng Sudiastono, 54, warga Desa Ngembung, Kecamatan Cerme, yang tinggal di sebuah kos di Dusun Kutil, Gempolkurung.

Dugaan awal menyebutkan bahwa korban meninggal akibat riwayat penyakit yang dideritanya.
Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, membenarkan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Advertisement

“Dari keterangan saksi di lokasi, sebelumnya korban memesan teh dan belum sempat diminum. Korban langsung mengalami kejang-kejang dan meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari pemilik warung, petugas Polsek Menganti langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Wong Bodho ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan Visum et Repertum (VER).

Advertisement

“Mengetahui hal tersebut, pemilik warung menghubungi petugas kami. Tidak lama kemudian, anggota datang untuk olah TKP dan evakuasi. Bersama keluarga, korban dibawa ke Puskesmas menggunakan Ambulans Wong Bodho untuk dilakukan VER,” jelas AKP Arif Rahman.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka dan tanda-tanda kekerasan lainnya,” tegasnya.

Pihak keluarga korban yang tiba di lokasi menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah.
Mengingat kondisi kesehatan korban yang memang kurang stabil, keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum.

“Diduga almarhum memang dalam keadaan sakit. Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kematian almarhum sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa. Mereka juga bersedia membuat surat pernyataan tidak menuntut dan menolak dilakukan otopsi agar jenazah segera dimakamkan,” pungkas AKP Arif Rahman. (yud)

Advertisement
Editor : Nurista Purnamasari
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Direksi Baru Gresik Migas Bidik Tiga Sumber Pendapatan, Mulai SPBUN hingga Optimalisasi Sumur Tua

Direksi Baru Gresik Migas Bidik Tiga Sumber Pendapatan, Mulai SPBUN hingga Optimalisasi Sumur Tua

Dengan agenda ekspansi dan evaluasi bisnis tersebut, tantangan utama Gresik Migas adalah menerjemahkan peluang sektor energi menjadi pendapatan yang nyata. Keberhasilan manajemen pada akhirnya akan ditentukan oleh kemamp

Dramatis, Muhammadiyah 10 Surabaya dan SMAN 1 Manyar Gresik Amankan Tiket Final Bahlil Mini Soccer

Dramatis, Muhammadiyah 10 Surabaya dan SMAN 1 Manyar Gresik Amankan Tiket Final Bahlil Mini Soccer

Dua tiket partai final Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya Raya akhirnya terisi.

Empat Tim Berebut Tiket Final Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya, Semifinal Digelar Pagi Ini

Empat Tim Berebut Tiket Final Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya, Semifinal Digelar Pagi Ini

Persaingan Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya Raya memasuki fase penentuan. Empat tim terbaik yang berhasil melewati babak 8 besar akan kembali berduel pada babak semifinal yang digelar pagi ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer