Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Longsor Terjang Desa Kebontelukdalam Bawean, Enam Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯

 

Salah satu rumah warga di Desa Kebuntelukdalam, Sangkapura, Bawean yang terdampak longsor.
Salah satu rumah warga di Desa Kebuntelukdalam, Sangkapura, Bawean yang terdampak longsor.

RADAR SURABAYA - Cuaca ekstrem yang melanda Kepulauan Bawean selama sepekan terakhir akhirnya menimbulkan bencana tanah longsor di kawasan pemukiman.


Advertisement

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kebontelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, pada Senin (12/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Tingginya curah hujan membuat tanah di tebing pemukiman menjadi labil. Material longsoran kemudian menimpa rumah-rumah warga yang berada di bawahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, mengonfirmasi titik longsor memiliki dimensi selebar 5 meter dengan panjang mencapai 45 meter.

Advertisement

“Berdasarkan laporan tim di lapangan, ada enam rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Longsor ini cukup mengejutkan warga karena lokasinya berada tepat di area pemukiman yang padat,” ujar Sukardi, Selasa (13/1).

Meski menimpa area pemukiman, Sukardi memastikan tidak ada korban jiwa. Tim BPBD juga telah melakukan asesmen terhadap struktur bangunan yang terdampak.

“Kerusakan yang terjadi tidak sampai mengubah struktur utama bangunan, sehingga enam rumah tersebut dinilai masih aman untuk ditinggali oleh para pemiliknya,” jelasnya.

Advertisement

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanah masih labil.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem di wilayah Gresik dan sekitarnya diprediksi berlanjut hingga puncaknya pada 20 Januari 2026.

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih menghantui wilayah kepulauan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Gresik telah mengeluarkan rekomendasi teknis untuk mencegah longsor susulan. moo

“Kami merekomendasikan kepada pihak terkait agar segera dibuatkan tembok penahan tanah (TPT) dan pemasangan bronjong. Hal ini sangat krusial untuk memperkuat stabilitas tanah di area tersebut, mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan tempat tinggal warga,” pungkas Sukardi. (yud)

Advertisement
Editor : Nurista Purnamasari
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Hujan Deras Kembali Guyur Surabaya Rabu Dini Hari, Warga yang Nobar Piala Dunia Kelabakan

Hujan Deras Kembali Guyur Surabaya Rabu Dini Hari, Warga yang Nobar Piala Dunia Kelabakan

Hujan kembali mengguyur Surabaya pada Rabu dini hari (24/6/2026), melanjutkan cuaca ekstrem yang telah melanda Kota Pahlawan selama dua hari berturut-turut sejak 22 hingga 23 Juni. Intensitas hujan pada pagi buta kali in

Hujan Deras dan Pasang Laut Picu Genangan di Delapan Titik, Pemkot Surabaya Kerahkan 10 Rumah Pompa

Hujan Deras dan Pasang Laut Picu Genangan di Delapan Titik, Pemkot Surabaya Kerahkan 10 Rumah Pompa

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari, memicu genangan di sejumlah kawasan.

Musim Hujan di Jatim Diprediksi Mulai November, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor

Musim Hujan di Jatim Diprediksi Mulai November, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor

Masyarakat Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan datang secara bertahap mulai November 2026 hingga Januari 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer