Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polres Gresik Gulung Komplotan Gangster Brutal, 3 Tersangka Ditangkap dan 5 Masuk DPO

N
MERESAHKAN: Anggota gangster yang ditangkap Polres Gresik karena kerap membikin onar di wilayah Gresik.
MERESAHKAN: Anggota gangster yang ditangkap Polres Gresik karena kerap membikin onar di wilayah Gresik.

RADAR SURABAYA - Komplotan gangster yang melakukan aksi kekerasan brutal di dua lokasi berbeda dalam satu malam di wilayah Gresik berhasil digulung jajaran Satreskrim Polres Gresik.


Advertisement

Dari pengejaran intensif lintas kota, polisi menetapkan tiga orang tersangka, sementara lima lainnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menjelaskan bahwa aksi anarkis ini terjadi pada Minggu (4/1) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Sekelompok pemuda berjumlah 20 orang dengan 12 sepeda motor melakukan konvoi dari arah timur di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun. Mereka berkonvoi sambil menyeret celurit sepanjang satu meter ke aspal hingga mengeluarkan percikan api.

Advertisement

“Rombongan ini kemudian mengejar korban, Eka Adi Pradana, 22. Motor korban ditabrak dari belakang hingga jatuh, lalu ia dikeroyok oleh sekitar 10 orang,” jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (9/1).

Nahas bagi korban, salah satu pelaku berinisial IPN (DPO) membacok pinggang kiri korban sebanyak dua kali menggunakan celurit sebelum rombongan melarikan diri.

Tak berhenti di lokasi pertama, komplotan ini bergerak ke Dusun Sono, Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, pukul 01.43 WIB. Mereka menyerang Ahmad Zaki Syariffudin yang saat itu hendak masuk ke warung nasi goreng.

Advertisement

“Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, dan barang berharganya dirampas. Ponsel milik korban serta saksi di lokasi diambil paksa dengan total kerugian mencapai Rp 10 juta,” tambah Kapolres.

Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik kemudian melakukan pengejaran hingga ke luar kota.
Tiga tersangka yang berhasil diringkus adalah MS, 18, warga Sidayu, MYS alias Somad, 26, warga Kebomas, dan MK, 21, warga Sidayu.

Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda, mulai dari rumah tersangka hingga persawahan di Tuban. “Satu tersangka kami berikan tindakan tegas terukur (tembak) karena mencoba melakukan perlawanan kepada anggota saat proses penangkapan,” tegas AKBP Rovan.

Adapun lima pelaku lainnya, yakni AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor), dan DVD, masih dalam pengejaran.
Motif para pelaku melakukan sweeping adalah karena merasa diejek oleh korban.

Para tersangka kini mendekam di sel tahanan dan dijerat pasal berlapis UU RI Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru), yakni Pasal 262 tentang kekerasan bersama-sama dengan ancaman 5 tahun penjara, serta Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.

Uniknya, dalam rilis tersebut, Polres Gresik menunjukkan sisi humanis dengan meminjampakaikan ponsel milik korban yang dijadikan barang bukti agar tetap bisa digunakan untuk bekerja.

AKBP Rovan mengimbau orang tua di Gresik untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjebak dalam kelompok yang mengatasnamakan perguruan silat namun justru melakukan tindak pidana. “Mari kita jaga Gresik agar tetap kondusif dan aman,” pungkasnya. (yud/nur)

Advertisement
Editor : Nurista Purnamasari
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Komplotan Jambret Ngaku Beraksi Dua Kali Seminggu di Surabaya dan Sidoarjo, Hasil untuk Beli Narkoba

Komplotan Jambret Ngaku Beraksi Dua Kali Seminggu di Surabaya dan Sidoarjo, Hasil untuk Beli Narkoba

RPH, 27, tersangka jambret sadis yang ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo, Surabaya, mengaku seminggu beraksi hingga dua kali bersama komplotannya.

Polda Jatim Bubarkan Tawuran di Dupak Surabaya, Enam Remaja Diamankan

Polda Jatim Bubarkan Tawuran di Dupak Surabaya, Enam Remaja Diamankan

Sebanyak enam orang remaja diamankan polisi diduga terlibat tawuran di Jalan Dupak, Bubutan Surabaya, Sabtu (30/5) dini hari. 

Direksi Baru Gresik Migas Bidik Tiga Sumber Pendapatan, Mulai SPBUN hingga Optimalisasi Sumur Tua

Direksi Baru Gresik Migas Bidik Tiga Sumber Pendapatan, Mulai SPBUN hingga Optimalisasi Sumur Tua

Dengan agenda ekspansi dan evaluasi bisnis tersebut, tantangan utama Gresik Migas adalah menerjemahkan peluang sektor energi menjadi pendapatan yang nyata. Keberhasilan manajemen pada akhirnya akan ditentukan oleh kemamp

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer