GRESIK - Sejumlah produsen optimistis permintaan gipsum di Indonesia akan mengalami peningkatan pada 2020. Hal itu seiring aktivitas pembangunan perumahan dan membaiknya daya beli.
Presiden Direktur USG Boral Indonesia Jayaboard, Andi Chandra mengatakan, setelah Pilpres 2019 pasar papan gipsum bergerak positif. Permintaan kembali meningkat baik pasar ritel maupun business to business (B2B). "Semester awal produksi papan gipsum melebihi kapasitas, padahal permintaan pasar sedikit. Karena itu, hampir 50 persen produk dialihkan ke pasar luar negeri," kata Andi.
Untuk mempertahankan eksistensi bisnis papan gipsum di Indonesia, pihaknya berinovasi. “Kami akan menambah kapasitas produksi. Selama ini, produksi dari 15 sampai 20 juta meter persegi. Kami sudah mampu melayani Indonesia bagian timur, harapanya bisa menjadi produsen gipsum terbesar di Indonesia," tambah Andi.
Sementara itu, Sales and Marketing Director PT Knauf Gypsum Indonesia, Samuel E. Hutabarat menyebut, pihaknya meningkatkan utilisasi pabrik di Gresik seiring tingginya permintaan pasar.
“Jika pabrik Gresik dan Cikampek digabung, maka kapasitas Knauf Gypsum Indonesia kisaran 25-35 juta meter persegi,” kata dia. Pabrik di Gresik sendiri berdiri di atas 54.607 m2 dan merupakan pabrik ke-78 di dunia. “Area ini dipilih agar dapat menjangkau kebutuhan pasar di wilayah timur Indonesia,” jelasnya. (fir/han)
Editor : Administrator