SURABAYA - Meskipun kondisi ekonomi masih melambat pertumbuhannya, namun developer tetap optimis tahun ini pasar properti diperkirakan tetap akan tumbuh. Namun developer harus berani mencari terobosan menarik. Salah satunya dengan membangun konsep smat home.
Menurut Henry J Gunawan, pengembang senior sekaligus boss PT Megatop Mas – pengembang perumahan Green Florencia – saat ini developer harus semakin kreatif dan inovatif. Selain persaingan semakin ketat, juga konsumen semakin kritis.
“Secara umum pasar property mulai membaik. Namun pengembang harus lebih kreatif dan inovatif,” ujar Henry J Gunawan saat ditemui di kantornya, Jumat (2/2).
Dijelaskan, sekarang hampir semua developer mengembangkan rumah dengan harga yang terjangkau berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar. Bahkan developer besar sekalipun juga melakukan hal yang sama. Sehinga persaingan terasa semakin ketat.
Pihaknya juga mengembangkan rumah dengan konsep smart home di Green Florencia. Perumahan seluas 10 hektar ini dikembangkan bertahap. Sekarang sudah memasuki tahap tiga. Total unit yang sudah dipasarkan hingga saat ini sekitar 300-an unit.
“Kami juga menggunakan teknologi hollow-core slap. Ini yang pertama kali di Surabaya. Selain bangunan lebih kuat, perngerjaannya juga lebih cepat sehingga lebih efisien,” tambah mantan Ketua DPD REI Jatim ini.
Veronica Limantara, maketing manager Green Florencia menambahkan, saat ini pihaknya mengembangkan tipe Freesia. Berbeda dengan dua tipe sebelumnya yang dikembangkan dua dan tiga lantai, kali ini yang dikembangkan rumaht satu lantai.
Dia yakin, tahap tiga juga akan sukses. Selain desainya lebih mewah juga konsepnya smart home sehingga rumah bisa dikendalikan dari jarak jauh lewat handphone. Fasilitas perumahann juga lengkap seperti one gate system plus CCTV, taman bermain dan tv kabel.
“Tipe Freesia kami kembangkan terbatas hanya 28 unit dengan harga Rp 500 jutaan. Kami optimis akan segera sold out,” kata Veronica. (fix/rud)